Kunjungan Wisata Sleman Tembus 7,1 Juta, PAD 2026 Diprediksi Lampaui Target

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 02 November 2026 17:47 WIB
Kunjungan Wisata Sleman Tembus 7,1 Juta, PAD 2026 Diprediksi Lampaui Target

Taman wisata Kaliurang yang menjadi destinasi andalan di Kabupaten Sleman. - Antara

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman mencapai 7,106 juta orang selama Januari-September 2026. Angka tersebut tumbuh 13,50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dinas Pariwisata (Dinpar) Sleman pun optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata pada 2026 dapat melampaui target, meskipun daerah mulai memasuki periode musim hujan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman, Kus Endarto, mengatakan realisasi PAD pariwisata hingga September 2026 mencapai Rp318,95 miliar. Penerimaan tersebut meningkat 9,60% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Realisasi itu setara dengan 79,05% dari target revisi PAD pariwisata 2026 sebesar Rp403,50 miliar. Dengan capaian tersebut, masih terdapat selisih Rp84,55 miliar yang perlu dikejar hingga akhir tahun.

"Dari sisi kunjungan, wisatawan nusantara [wisnus] masih mendominasi dengan jumlah 6.917.107 orang atau meningkat 13,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya, Senin (11/2/2026).

Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sleman selama Januari-September 2026 tercatat sebanyak 188.596 orang. Angka tersebut mengalami penurunan 0,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kunjungan Wisata Sleman Turun Setelah Juni
Berdasarkan pergerakan bulanan, jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman mencapai puncaknya pada Juni 2026, yakni sebanyak 1.057.164 orang. Setelah periode tersebut, kunjungan menunjukkan tren penurunan.

Pada Agustus 2026, jumlah kunjungan turun 20,38% dibandingkan Juli. Penurunan berlanjut pada September dengan angka 19,89% dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski jumlah kunjungan melemah setelah Juni, Dinpar Sleman masih melihat peluang untuk mencapai target penerimaan daerah. Dinas tersebut menyusun tiga skenario proyeksi hingga akhir 2026, yaitu pesimistis, netral, dan optimistis.

Dalam skenario pesimistis, kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai 9,34 juta orang. Dengan proyeksi tersebut, PAD pariwisata diperkirakan mencapai Rp409 miliar atau 101,4% dari target.

Sementara itu, skenario netral memperkirakan jumlah kunjungan mencapai 9,62 juta orang dengan PAD sebesar Rp423 miliar. Nilai tersebut setara 104,8% dari target yang telah direvisi.

Adapun skenario optimistis memproyeksikan kunjungan wisatawan mencapai 9,81 juta orang. Penerimaan PAD dalam skenario ini diperkirakan sebesar Rp435 miliar atau 107,8% dari target 2026.

Dinpar Sleman Perlu Kejar PAD Rp84,55 Miliar
Untuk memenuhi target revisi PAD sebesar Rp403,50 miliar, Dinpar Sleman masih harus mengejar penerimaan Rp84,55 miliar selama Oktober hingga Desember 2026. Artinya, rata-rata penerimaan yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp28,18 miliar setiap bulan.

Besarnya kebutuhan penerimaan tersebut menjadi perhatian karena periode akhir tahun bertepatan dengan mulai meningkatnya curah hujan. Kondisi cuaca berpotensi memengaruhi aktivitas wisata, terutama kunjungan ke destinasi yang mengandalkan kegiatan luar ruang.

Hujan di Sleman mulai terpantau sejak 24 Oktober 2026. Sementara itu, awal musim hujan secara klimatologis diperkirakan berlangsung pada akhir November hingga pertengahan Desember 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, strategi pengembangan pariwisata dinilai perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Peningkatan lama tinggal wisatawan dan belanja selama berwisata juga menjadi aspek penting untuk mendorong penerimaan daerah.

Selain itu, pemulihan pasar wisatawan mancanegara perlu diperkuat mengingat jumlah kunjungan wisman hingga September masih mengalami penurunan. Penguatan destinasi yang tetap dapat dikunjungi dalam berbagai kondisi cuaca juga menjadi bagian dari strategi menghadapi musim hujan.

Dengan realisasi PAD yang telah mencapai Rp318,95 miliar hingga September, Dinpar Sleman memiliki dasar untuk mengejar target tahunan. Namun, pencapaian proyeksi tersebut tetap bergantung pada perkembangan kunjungan, belanja wisatawan, serta kemampuan destinasi beradaptasi dengan kondisi cuaca pada tiga bulan terakhir 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online