Demo 28 Oktober: Polda DIY Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Saat Aksi
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, SLEMAN—Pencarian seorang lansia yang tak kunjung pulang dari sawah berakhir dengan penemuan jenazah di area persawahan Bulak Brongkol, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Minggu (1/11/2026) petang. Pria berusia 89 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar pada bagian tubuh dari pinggang hingga ke bawah.
Korban diketahui berinisial H, warga Godean. Hingga Senin (2/11/2026), penyebab pasti kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia masih didalami oleh kepolisian.
Ps. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika korban berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke sawah pada Minggu pagi.
Namun, hingga menjelang waktu Magrib, korban belum kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat anak korban khawatir dan memutuskan mencari keberadaan ayahnya di area persawahan.
Pencarian yang dilakukan beberapa saat kemudian mengarah pada penemuan korban dalam posisi terbaring. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia.
"Saat ditemukan, korban diketahui mengalami luka bakar pada bagian tubuh dari pinggang hingga ke bawah," terang Argo pada Senin (2/11/2026).
Polisi Lakukan Olah TKP di Persawahan Godean
Setelah menemukan ayahnya, anak korban memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga setempat. Peristiwa penemuan jenazah itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Godean.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Godean bersama petugas Piket Polresta Sleman, tim Inafis, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Godean 1 mendatangi lokasi kejadian.
Petugas melakukan pengamanan lokasi sekaligus olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami peristiwa penemuan pria lanjut usia dengan luka bakar di area persawahan Bulak Brongkol tersebut.
"Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam pendalaman kepolisian. Penanganan lebih lanjut juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait untuk kepentingan pemeriksaan medis," tegasnya.
Polresta Sleman Imbau Warga Utamakan Keselamatan
Menyusul kejadian tersebut, Polresta Sleman mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas, terutama di area persawahan dan lokasi yang jauh dari permukiman.
Masyarakat yang beraktivitas seorang diri juga diminta memberi tahu keluarga mengenai keberadaannya. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk memudahkan pencarian apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Apabila beraktivitas seorang diri, sebaiknya memberitahukan keberadaan kepada keluarga dan menghindari potensi bahaya di lingkungan sekitar. Apabila menemukan kejadian serupa atau kondisi yang membutuhkan pertolongan, segera laporkan kepada kepolisian atau aparat setempat," ujar Argo.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya H yang ditemukan dengan luka bakar di area persawahan Godean, Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.
DPRD Kulon Progo meminta Pemkab memperhatikan drainase saat membangun jalan untuk mencegah genangan dan kerusakan infrastruktur.
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.
KAI menggelar Safety Hunting bersama 30 railfans di Kulonprogo untuk mengedukasi keselamatan saat berburu foto kereta api.