Tohed Dorong Bantuan BUMN Berdampak bagi UMKM Sleman

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 18 Oktober 2026 21:07 WIB
Tohed Dorong Bantuan BUMN Berdampak bagi UMKM Sleman

Prosesi penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini Kalongan di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (17/10/2026).

Harianjogja.com, SLEMAN— Penguatan usaha kelompok masyarakat membutuhkan dukungan fasilitas produksi sekaligus pengelolaan bantuan yang tepat sasaran. Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, GM Totok Hedi Santosa, saat menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini Kalongan di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (17/10/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XI Semarang. Dukungan ini diharapkan membantu menunjang kegiatan usaha KWT sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Totok, yang akrab disapa Tohed, mengatakan penyaluran bantuan merupakan salah satu upaya menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan program pemberdayaan yang dijalankan badan usaha milik negara (BUMN).

“Karena fungsi saya adalah mewakili Bapak semua, mencoba ikut menyalurkan apa yang menjadi kewajiban dari seluruh BUMN yang ada,” ujar Tohed dalam sambutannya.

Menurut dia, peran BUMN tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bisnis, tetapi juga kontribusi sosial melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat diarahkan pada kegiatan produktif sesuai kebutuhan penerima.

“Diharapkan BUMN itu kemudian punya keuntungan-keuntungan. Dan salah satu sekian persen keuntungan, sesuai dengan undang-undang, harus disalurkan lagi kepada masyarakat dalam bentuk yang sesuai dengan kegiatan masyarakat,” jelasnya.

Bantuan Diharapkan Dorong Kesejahteraan Anggota

Tohed menilai dukungan sarana produksi dapat menjadi salah satu faktor yang membantu kelompok usaha masyarakat berkembang. Karena itu, bantuan kepada KWT Kartini Kalongan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan fasilitas, tetapi berlanjut pada peningkatan kegiatan usaha dan kesejahteraan anggotanya.

“Sarana produksi itu diharapkan kemudian organisasi KWT ini berkembang. Harapannya, dengan berkembang itu setidaknya anggota KWT bisa menunjukkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi peran pendamping yang membantu menghubungkan kebutuhan kelompok masyarakat dengan program bantuan. Menurutnya, proses tersebut penting agar dukungan yang disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima di lapangan.

Penggunaan Bantuan Harus Tepat Sasaran

Dalam kesempatan tersebut, Tohed mengingatkan bahwa penyaluran bantuan BUMN perlu mempertimbangkan skala prioritas. Kebutuhan masyarakat yang beragam harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan agar bantuan dapat memberikan manfaat secara optimal.

“Kalau BUMN membantu semuanya, ya bangkrut dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Sehingga dipilih yang diharapkan bantuan itu bisa memberikan manfaat,” katanya.

Ia berpesan agar fasilitas yang diterima KWT Kartini Kalongan dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha. Penggunaan bantuan secara tepat dinilai penting agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Harapan saya, bantuan dari Pegadaian ini digunakan secara maksimal sehingga hasilnya bisa optimal,” pesan Tohed.

Ia berharap perkembangan KWT Kartini Kalongan dapat membuka peluang bagi hadirnya dukungan lanjutan. Sinergi antara wakil rakyat, BUMN, dan kelompok masyarakat diharapkan turut memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online