Persik Kediri vs PSS Sleman 2-1 di Babak Pertama, Ernesto Gomez Cetak Brace
Persik Kediri unggul 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama pekan keenam Super League 2026/2027 berkat brace Ernesto Gomez.
Hujan. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Pulau Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan selama tiga hari ke depan. BMKG Stasiun Meteorologi YIA mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah utara Jogja.
Prakirawan Stasiun Meteorologi YIA, Sitty Winesari, menjelaskan MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik. Pergerakan tersebut berlangsung dari arah barat ke timur.
"Fenomena Osilasi Madden-Julian (MJO) merupakan gelombang atmosfer yang bergerak dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik, bergerak dari arah barat ke timur," tandas Sitty saat dihubungi pada Senin (26/10/2026).
Menurut Sitty, posisi MJO saat ini secara spasial melewati Pulau Jawa, termasuk DIY. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah ini dalam beberapa hari mendatang.
"MJO saat ini secara spasial melewati Pulau Jawa termasuk DIY yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY untuk tiga hari ke depan, terutama wilayah utara Jogja," terangnya.
MJO dan Faktor Pemicu Hujan di DIY
Meski berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, Sitty menjelaskan pengaruh MJO terhadap kondisi cuaca bersifat fluktuatif. Fenomena tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan maupun menurunkan potensi terbentuknya awan hujan.
"Fenomena MJO ini sifatnya fluktuatif Pak, bisa menjadi salah satu faktor cuaca yang meningkatkan atau menurunkan potensi pertumbuhan awan hujan," lanjutnya.
Selain MJO, terdapat faktor atmosfer lain yang turut memengaruhi kondisi cuaca di DIY, yakni konvergensi atau pumpunan angin serta perlambatan massa udara. Kedua kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan.
BMKG menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai, terutama di wilayah utara DIY pada siang hingga sore hari. Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan cuaca untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer.
"Diharapkan masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap potensi hujan sedang-lebat, serta selalu update kondisi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG " tandasnya.
Awal Musim Hujan 2026 Diprakirakan November
Di tengah potensi peningkatan hujan akibat dinamika atmosfer tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi YIA juga menyampaikan prakiraan awal musim hujan 2026. Sitty mengatakan musim hujan di DIY diprakirakan mulai pada dasarian III November.
"Berkaitan awal musim hujan 2026 diprakirakan terjadi pada dasarian III November," tandasnya.
Dasarian merupakan periode waktu selama 10 hari dalam satu bulan. Dengan prakiraan tersebut, awal musim hujan yang dimaksud berada pada periode 21–30 November 2026.
Masyarakat di DIY diimbau tetap tenang, tetapi waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat, khususnya di wilayah utara pada siang hingga sore hari. Pemantauan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan kondisi atmosfer terkini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persik Kediri unggul 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama pekan keenam Super League 2026/2027 berkat brace Ernesto Gomez.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.