Pemkab Sleman Dievaluasi Pusat, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 27 Oktober 2026 22:27 WIB
Pemkab Sleman Dievaluasi Pusat, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan

Ilustrasi pengelolaan sampah/JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—Pengelolaan sanitasi di Kabupaten Sleman menjadi sasaran verifikasi tim penilai pusat melalui kunjungan lapangan ke dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), Senin (26/10/2026). Dua lokasi yang diperiksa yakni TPST Donokerto di Turi dan TPST Madurejo di Prambanan.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi, mulai dari infrastruktur, kualitas pelayanan, hingga keberlanjutan pengelolaannya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berharap proses penilaian ini menjadi masukan untuk meningkatkan layanan sanitasi dan kualitas lingkungan bagi masyarakat.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap kegiatan verifikasi dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menangani persoalan sanitasi.

“Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu ditangani, baik dalam peningkatan cakupan layanan sanitasi aman maupun pengelolaan lingkungan secara keseluruhan,” katanya.

Pemkab Sleman Paparkan Upaya Pengelolaan Sanitasi

Harda mengatakan, masukan dan rekomendasi dari tim penilai akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta keberlanjutan pengelolaan sanitasi di Sleman.

Sejumlah langkah telah dilakukan Pemkab Sleman untuk memperkuat sektor tersebut. Upaya itu mencakup peningkatan akses sanitasi aman, optimalisasi TPST, serta pengembangan bank sampah di tingkat padukuhan.

Pemkab Sleman juga memperkuat landasan regulasi melalui Peraturan Bupati Sleman No.4/2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Regulasi tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam evaluasi penyelenggaraan sanitasi.

Menurut Harda, hasil penilaian diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan agar layanan sanitasi semakin baik dan pengelolaannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penilaian Meliputi Infrastruktur hingga Partisipasi Warga

Ketua tim dari Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, Nuzulina Ilmiaty Ismail, menjelaskan verifikasi lapangan bertujuan memastikan kondisi pengelolaan sanitasi sesuai dengan aspek yang menjadi indikator penilaian.

Aspek tersebut meliputi akses pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan sampah terpadu, dukungan regulasi, kelembagaan, pembiayaan, serta partisipasi masyarakat.

Nuzulina menegaskan bahwa pembangunan sanitasi tidak cukup hanya dilihat dari jumlah infrastruktur yang tersedia. Fungsi fasilitas, kualitas layanan, manfaat bagi masyarakat, dan kesinambungan pengelolaan juga menjadi bagian penting dari penilaian.

“Keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang sudah dibangun, tetapi juga dari keberfungsian infrastruktur tersebut, kualitas pelayanan yang diberikan, kemudian manfaat yang nanti dirasakan masyarakat, serta yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pengelolaannya,” ujar Nuzulina.

Dengan pendekatan tersebut, verifikasi tidak hanya meninjau keberadaan fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperhatikan bagaimana sistem sanitasi dijalankan dan memberikan manfaat kepada warga.

Hasil Verifikasi Jadi Bahan Evaluasi Daerah

Tim penilai pemilihan kabupaten/kota terbaik dalam penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi diketuai Dwityo Akoro, pemerhati sanitasi sekaligus anggota tim penilai. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sleman bersama kepala perangkat daerah terkait.

Hasil pemeriksaan di TPST Donokerto dan TPST Madurejo diharapkan memberikan gambaran mengenai capaian sekaligus tantangan pengelolaan sanitasi di Sleman. Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat.

Evaluasi ini juga menyoroti pentingnya keterpaduan antara pembangunan infrastruktur, dukungan kebijakan, pembiayaan, dan keterlibatan masyarakat. Keberlanjutan pengelolaan menjadi faktor penting agar fasilitas sanitasi yang tersedia dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online