Pedagang Pasar Rakyat Sleman Turun 297 Orang, Ini Penyebabnya

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 27 Oktober 2026 20:47 WIB
Pedagang Pasar Rakyat Sleman Turun 297 Orang, Ini Penyebabnya

pengendara motor melintas di depan Pasar Godean, Sleman. Dokumen Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Kabupaten Sleman berkurang sekitar 297 orang dibandingkan dengan 2025. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menyebut penurunan tersebut dipengaruhi faktor usia, kematian, kondisi kesehatan, hingga tekanan ekonomi yang membuat sebagian pedagang berhenti menjalankan usaha.

Kepala Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan penurunan jumlah pedagang terjadi di sejumlah pasar dengan tingkat yang berbeda-beda. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas perdagangan di pasar rakyat.

Menurut Dwi, sebagian pedagang yang berhenti berjualan sudah berusia lanjut, meninggal dunia, atau mengalami sakit. Usaha yang sebelumnya dijalankan pun tidak selalu diteruskan oleh anggota keluarga sehingga lapak mereka tidak lagi aktif.

“Sebagian besar juga dikarenakan mereka sudah sepuh-sepuh, kemudian ada juga yang sudah meninggal atau sakit yang kemudian tidak diteruskan oleh anggota keluarga yang lain,” katanya, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, anggota keluarga sebenarnya dapat meneruskan usaha perdagangan dengan mengurus izin baru atas nama penerus. Namun, tidak semua keluarga memilih melanjutkan usaha yang ditinggalkan pedagang sebelumnya.

Selain persoalan usia dan regenerasi, tekanan ekonomi turut menyebabkan sebagian pedagang tidak lagi melanjutkan kegiatan usahanya.

Disperindag Dorong Daya Tarik Pasar Rakyat

Di tengah berkurangnya jumlah pedagang, Dwi menyebut tingkat keramaian pasar rakyat di Sleman tidak seragam. Sejumlah pasar berukuran kecil masih memiliki konsumen loyal yang berbelanja secara rutin.

Sementara itu, aktivitas pasar besar seperti Pasar Godean dan Pasar Prambanan perlu dilihat berdasarkan waktu kunjungan. Dwi menilai Pasar Godean masih memiliki jumlah pengunjung yang cukup baik, terutama pada pagi hari.

Berdasarkan perkiraan dari aktivitas parkir, terdapat sekitar 2.000 kendaraan, terutama sepeda motor, yang berkaitan dengan kegiatan pasar. Dari jumlah tersebut, ia memperkirakan sekitar 1.000 kendaraan atau pengunjung masuk ke area pasar.

Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, Disperindag Sleman berupaya memperkuat daya tarik pasar melalui penambahan usaha kuliner dan penyediaan ruang yang dapat menarik konsumen dari kalangan anak muda.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat pasar rakyat tetap menjadi tujuan belanja sekaligus tempat yang menarik bagi kelompok konsumen yang lebih beragam.

Pasar Prambanan Disiapkan Jadi Pusat Oleh-Oleh

Upaya meningkatkan kunjungan juga dilakukan di Pasar Prambanan. Pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon penyewa untuk menghadirkan tenant baru. Salah satunya Kopi Merapi yang direncanakan mulai beroperasi di pasar tersebut.

Dwi berharap penambahan tenant dapat menarik pengunjung baru sekaligus memperkuat posisi Pasar Prambanan sebagai pusat oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Candi Prambanan.

Pengembangan serupa diharapkan dapat diterapkan di Pasar Godean dan pasar-pasar lain yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

Di tengah penurunan jumlah pedagang, upaya regenerasi usaha, penguatan daya tarik pasar, dan penambahan tenant menjadi bagian dari langkah untuk menjaga aktivitas perdagangan pasar rakyat di Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online