Drainase Pasar Gamping Tersumbat, Pedagang Minta Segera Diperbaiki

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 02 November 2026 20:37 WIB
Drainase Pasar Gamping Tersumbat, Pedagang Minta Segera Diperbaiki

Ilustrasi drainase/Ist-WSBT

Harianjogja.com, SLEMAN—Perbaikan saluran drainase Pasar Gamping, Sleman, diminta segera dilakukan untuk mengantisipasi genangan air saat memasuki musim hujan. Kondisi saluran yang tidak berfungsi optimal dikhawatirkan mengganggu aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Respati Agus Sasangka, menilai pembenahan drainase menjadi salah satu kebutuhan mendesak Pasar Gamping menjelang musim penghujan. Kondisi bangunan pasar yang telah lama berdiri serta perubahan tata guna lahan di lingkungan sekitar turut memengaruhi kelancaran aliran air.

“Solusi jangka pendek yakni memperbaiki saluran drainase sebelum musim penghujan tiba agar air tidak menggenang di area pasar, serta berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah [OPD] terkait infrastruktur,” ucapnya dikutip Senin (2/11/2026).

Menurut Respati, kondisi struktur bangunan Pasar Gamping masih kokoh dan layak sehingga belum membutuhkan renovasi secara menyeluruh. Perbaikan sebaiknya difokuskan terlebih dahulu pada fasilitas dasar, seperti drainase, kebersihan, dan toilet.

Dia juga mengingatkan perombakan besar pasar berisiko menghilangkan kultur lokal yang selama ini terbentuk. Selain menjadi tempat transaksi jual beli, pasar tradisional merupakan ruang interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Solusi awal, langkah awal yang disiapkan untuk menghadapi musim hujan adalah membenahi sistem drainase, dan selanjutnya berkoordinasi dengan OPD terkait infrastruktur untuk mencari solusi perencanaan yang matang,” tandasnya.

Drainase Pasar Terhubung Gorong-Gorong Jalan Raya

Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah 1, Robertus Esthi Raharja Prasetya, juga menilai saluran drainase Pasar Gamping perlu segera diperbaiki dan dilancarkan, terutama menjelang musim hujan.

Menurut dia, salah satu penyebab terhambatnya aliran air adalah pengendapan tanah yang terbawa aliran drainase. Persoalan tersebut berkaitan dengan sistem saluran pasar yang terhubung dengan gorong-gorong di jalan raya.

“Menghadapi musim hujan ini, biasanya kalau tidak dilancarkan bisa terjadi hambatan-hambatan, misalnya pengendapan tanah. Hal itu dikarenakan drainase tersebut alirannya dari gorong-gorong yang berada di jalan raya yang kemudian ada yang masuk ke dalam pasar. Seharusnya kan tata kelola pernah kami tanyakan, rancang drainase seharusnya kan tersendiri,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online