DPRD Sleman Tekankan Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Sabtu, 17 Oktober 2026 13:17 WIB
DPRD Sleman Tekankan Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut hingga anak berusia dua tahun. Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Dara Ayu Suharto, menekankan pentingnya pemenuhan gizi ibu dan anak selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak secara optimal.

Periode 1.000 HPK mencakup 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pertama setelah kelahiran. Fase ini menjadi periode penting yang memengaruhi kualitas kesehatan anak dalam jangka panjang.

“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pemenuhan gizi ibu dan anak menjadi bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tuturnya Jumat (16/10/2026).

Dara menjelaskan intervensi gizi perlu menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta anak berusia 0–23 bulan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Jadi Perhatian

Selama kehamilan, kondisi gizi ibu perlu dipantau untuk mendukung pertumbuhan janin. Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) perlu mendapatkan penanganan dan makanan tambahan sesuai kebutuhan.

Konsumsi tablet tambah darah juga diperlukan untuk membantu mencegah anemia selama kehamilan. Pemenuhan kebutuhan gizi sejak fase ini menjadi bagian dari rangkaian pencegahan stunting sebelum anak dilahirkan.

ASI Eksklusif hingga MPASI Perlu Diperhatikan

Setelah bayi lahir, upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak dilanjutkan melalui persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terlatih serta pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD).

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dianjurkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Setelah itu, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dilakukan sambil tetap memberikan ASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih.

Pertumbuhan Balita Perlu Dipantau Melalui Posyandu

Selain pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan balita secara rutin melalui posyandu menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi lebih awal apabila terdapat gangguan pertumbuhan.

Dengan deteksi dini, anak dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya. Pemantauan ini juga menjadi salah satu cara untuk memastikan perkembangan anak tetap mendapat perhatian sejak usia dini.

Lingkungan Bersih Mendukung Pencegahan Stunting

Dara juga menyoroti pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Ketersediaan air bersih, fasilitas sanitasi, dan lingkungan yang sehat diperlukan untuk mengurangi risiko penyakit infeksi.

Penyakit infeksi dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan pertumbuhan anak. Karena itu, pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi, tetapi juga dengan kondisi lingkungan tempat anak tumbuh.

Dara menekankan bahwa upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan. Perhatian terhadap kesehatan ibu, pemenuhan gizi anak, pemantauan pertumbuhan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga perlu berjalan beriringan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online