Posyandu Keluarga di Sleman Diperkuat untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 16 Oktober 2026 10:57 WIB
Posyandu Keluarga di Sleman Diperkuat untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra

Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi Gerindra, Dara Ayu Suharto, mendorong kader kesehatan dan tokoh masyarakat lebih aktif mengajak warga mengikuti pelayanan Posyandu Keluarga. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini berbagai masalah kesehatan, khususnya pada ibu hamil, bayi, dan balita.

Menurut Dara, keberhasilan pelaksanaan Posyandu Keluarga tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Dukungan kader, pemerintah kalurahan, aparat desa, serta masyarakat juga diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Sosialisasi mengenai jadwal dan manfaat posyandu pun perlu dilakukan secara aktif. Dengan penyampaian informasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan terdorong untuk hadir dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Sosialisasi Posyandu Bisa Lewat Undangan dan Pengeras Suara

Dara menyebut pemberitahuan kegiatan Posyandu Keluarga dapat dilakukan melalui berbagai cara yang mudah dijangkau masyarakat. Salah satunya dengan menyebarkan undangan tertulis atau menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara masjid.

Pemberitahuan tersebut idealnya disampaikan setidaknya dua hari sebelum kegiatan berlangsung. Dengan demikian, warga memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dan menyesuaikan jadwal agar bisa mengikuti pelayanan kesehatan.

Apabila masih ada warga yang belum datang saat kegiatan berlangsung, kader dapat melakukan kunjungan langsung ke rumah. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau keluarga yang belum memanfaatkan layanan posyandu sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemantauan kesehatan.

Keterlibatan kader dan tokoh masyarakat juga dapat membantu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Melalui pendekatan langsung, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi mengenai jadwal pelayanan, pemeriksaan yang tersedia, serta manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Posyandu Bantu Deteksi Masalah Gizi dan Stunting

Selain meningkatkan kunjungan warga, Posyandu Keluarga memiliki peran dalam membantu petugas kesehatan mengenali persoalan kesehatan di lingkungan setempat. Pemeriksaan rutin terhadap ibu hamil, bayi, dan balita dapat menjadi sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Deteksi dini memungkinkan gangguan pertumbuhan maupun masalah kekurangan gizi diketahui lebih cepat. Dengan begitu, keluarga dapat memperoleh informasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan sebelum persoalan kesehatan berkembang lebih jauh.

Pemantauan pertumbuhan balita juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Melalui kunjungan rutin, orang tua dapat mengetahui perkembangan anak sekaligus memperoleh edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang.

Posyandu juga berfungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain berkonsultasi, orang tua dapat bertukar pengalaman mengenai perawatan anak, pemenuhan nutrisi, serta cara menjaga kesehatan keluarga.

Partisipasi Keluarga Dibutuhkan untuk Cegah Stunting

Dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, keterlibatan keluarga menjadi unsur penting yang perlu diperkuat. Orang tua diharapkan rutin membawa anak ke posyandu, mengikuti pemantauan pertumbuhan, serta menerapkan pola asuh dan pemenuhan gizi yang baik di rumah.

Langkah tersebut perlu didukung oleh kader, tokoh masyarakat, pemerintah kalurahan, dan tenaga kesehatan. Kerja sama berbagai pihak dapat membantu memastikan informasi kesehatan tersampaikan dengan baik dan keluarga yang membutuhkan pelayanan tidak terlewatkan.

Karena itu, penguatan peran kader dan tokoh masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sosialisasi yang terarah, pemberitahuan jadwal lebih awal, serta kunjungan ke rumah bagi warga yang belum hadir dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan.

Dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas, Posyandu Keluarga di Sleman diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam memantau kesehatan ibu dan anak, mengenali masalah gizi sejak dini, serta mendukung pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online