Sleman Raih Penghargaan Terbaik I Parasamya Karya Kencana 2026

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Minggu, 08 November 2026 19:37 WIB
Sleman Raih Penghargaan Terbaik I Parasamya Karya Kencana 2026

Kabupaten Sleman sukses secara resmi meraih peringkat terbaik I penghargaan Parasamya Karya Kencana untuk Regional 3 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Penghargaan diterima secara langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada hari Kamis (5/11/2026) di Hotel Bidakara, Jakarta./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN—Kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan stunting mengantarkan Kabupaten Sleman meraih peringkat terbaik I penghargaan Parasamya Karya Kencana Regional 3 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Penyerahan berlangsung dalam puncak acara GENTING Collaboration Summit 2026 yang mengusung tema "Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting".

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mitra pentahelix Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta berbagai mitra yang konsisten mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan seluruh mitra pentahelix yang telah membangun sinergi dalam menjalankan program tersebut.

Menurut Harda, penghargaan Parasamya Karya Kencana merupakan hasil komitmen bersama dalam mengoptimalkan pelayanan keluarga berencana sekaligus mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Sleman.

"Harapan kami ke depannya, kolaborasi pentahelix ini semakin solid sehingga kualitas sumber daya manusia di Sleman, khususnya generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting, dapat terwujud secara optimal," tutur Harda.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor.

GENTING Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor

Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, menjelaskan GENTING Collaboration Summit 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama antarpemangku kepentingan dari berbagai unsur pentahelix.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berisi evaluasi pelaksanaan program. Rangkaian acara juga mencakup pemberian penghargaan kepada berbagai komponen masyarakat dan mitra kerja yang berkontribusi dalam mendukung program pemerintah.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, kepala daerah, dan mitra kerja yang selama ini memberikan perhatian serta dukungan nyata terhadap pembangunan kependudukan di Indonesia.

Indonesia Hadapi Tantangan 4,8 Juta Kelahiran per Tahun

Wihaji mengungkapkan jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 287 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 4,8 juta kelahiran anak setiap tahun.

Namun, menurutnya, angka kelahiran tersebut juga menyimpan tantangan karena tidak semua anak dilahirkan dalam kondisi ideal atau beruntung.

Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pemerintah berupaya mempercepat penanganan keluarga yang memiliki risiko stunting.

"Program GENTING adalah salah satu jawaban percepatan negara, pemerintah, dan stakeholder untuk membantu program-program prioritas yang belum bisa dijangkau oleh pemerintah secara penuh," tandasnya.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan penurunan stunting dan pembangunan keluarga di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online