DPRD Kulonprogo Soroti Celah Kebocoran PAD di Pantai Glagah
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.
Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kebutuhan air bersih di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulonprogo kini tidak lagi bergantung pada pasokan truk tangki. Sekolah yang berlokasi di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah tersebut sudah terhubung dengan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sejak 8 Oktober 2026.
Sambungan tersebut membuat ketersediaan air bersih untuk menunjang aktivitas siswa maupun tenaga pendidik (tendik) menjadi lebih lancar. Bahkan, pasokan air kini mencukupi hingga kebutuhan menyiram tanaman di lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala SR Terintegrasi 1 Kulonprogo, Agus Ristanto, mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan situasi sebelumnya ketika sekolah harus mengandalkan pengiriman air menggunakan truk tangki selama berbulan-bulan.
"Alhamdulilah semenjak 8 Oktober 2026 pipa PDAM tersambung, air lancar bahkan untuk siram tanaman. Sebelumnya kami selalu droping pakai truk tangki," ujar Agus saat dikonfirmasi, Minggu (8/11/2026).
Sebelum jaringan PDAM tersedia, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sekolah, terutama pada masa awal operasional. Pasokan air harus didatangkan melalui truk tangki sebanyak tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore.
Pola distribusi tersebut membuat aktivitas sekolah terkadang harus menyesuaikan ketersediaan air. Salah satu kegiatan siswa yang terdampak adalah kebutuhan mandi karena mereka harus menunggu pasokan air datang secara bergelombang.
Agus mengungkapkan kebutuhan air di SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mencapai sekitar 90.000 liter setiap hari. Dengan volume sebesar itu, pemenuhan kebutuhan melalui pengiriman truk tangki membutuhkan waktu dan tidak selalu bisa langsung digunakan ketika diperlukan.
"Sehari itu air yang dibutuhkan SR sekitar 90 ribu liter ketika harus droping tentu harus menunggu karena dilakukan secara bergelombang pada pagi, siang dan sore hari," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulonprogo, Ernawati Sukeksih, menjelaskan sekolah kini telah mendapatkan sambungan jaringan pipa PDAM yang bersumber dari Bendung Kamijoro. Lokasi sumber jaringan air tersebut tidak jauh dari SR Terintegrasi 1 Kulonprogo.
Meski demikian, proses pemanfaatan jaringan air tersebut sempat menghadapi kendala administratif. Walaupun pemasangan pipa sudah dilakukan, air belum bisa langsung digunakan karena masih diperlukan berita acara serah terima sebagai salah satu prasyarat utama.
"Namun kini itu semua sudah selesai dan air sudah keluar di SR Terintegrasi 1 Kulonprogo yang bersumber dari pipa PDAM sehingga penyaluran air melalui truk tangki tidak dibutuhkan lagi," jelas Ernawati.
Dengan selesainya proses tersebut, kebutuhan air bersih sekolah kini dapat dipenuhi melalui jaringan perpipaan PDAM. Distribusi air menggunakan truk tangki yang sebelumnya menjadi tumpuan utama tidak lagi diperlukan.
Pemerintah berharap tersedianya akses air bersih secara berkelanjutan dapat menghilangkan kendala pemenuhan kebutuhan dasar di SR Terintegrasi 1 Kulonprogo. Dengan demikian, aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung lebih lancar dan para siswa bisa lebih fokus menimba ilmu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.
CPW menilai RUU Penyadapan mendesak untuk menyelaraskan 12 UU sekaligus memperkuat perlindungan privasi warga negara.
BNPB memastikan operasi pemadaman karhutla tetap berjalan dengan memperketat keselamatan usai helikopter Super Puma H-225 jatuh di Sungai Barito.
Jadwal MotoGP Qatar 2026 malam ini di Trans7, Vidio, dan Vision+. Marc Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia.
Jalan Pantura Semarang-Demak ditinggikan 1 meter untuk mengantisipasi banjir rob. Proyek Kaligawe ditargetkan rampung 15 Desember 2026.
Mentan Amran menerima 340 aduan dugaan penyimpangan pertanian dalam dua minggu, mulai dari beras, pupuk, alsintan hingga cetak sawah.