Ribuan Bibit Pohon Disalurkan untuk Hutan Rakyat Samigaluh

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Minggu, 25 Oktober 2026 16:17 WIB
Ribuan Bibit Pohon Disalurkan untuk Hutan Rakyat Samigaluh

Foto ilustrasi hutan. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penguatan hutan rakyat di Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, dilakukan melalui penyaluran ribuan bibit pohon kepada kelompok tani. Selain menjaga kelestarian Perbukitan Menoreh, bantuan tersebut diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan tanaman sengon, kopi, kemukus, dan balsa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengatakan tutupan lahan di wilayah DIY masih memerlukan perhatian serius. Luasan kawasan hutan di DIY saat ini hanya mendekati 6% dari total wilayah.

"Luasan kawasan hutan di seluruh DIY ini hanya mendekati 6 persen dari wilayah sehingga untuk mencukupi tutupan vegetasi di DIY, hutan rakyat ini sangat penting. Total baik itu kawasan hutan dan hutan rakyat baru mendekati 27 persen, jadi belum ideal dari standar kurang lebih 30 persen," jelas Kusno kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).

Ribuan Bibit untuk Dua Kelompok Tani

Bantuan bibit dan pengembangan unit persemaian mandiri disalurkan kepada dua Kelompok Tani Hutan (KTH) di Samigaluh. KTH Mekartani Nglinggo Barat di Kalurahan Pagerharjo menerima 5.000 batang bibit sengon, 7.500 batang bibit kopi, dan 7.500 batang bibit kemukus.

Sementara itu, KTH Mudalsari memperoleh 7.500 batang bibit sengon, 7.500 batang bibit balsa, dan 5.000 batang bibit kemukus.

Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan hutan rakyat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang mengelolanya.

Disertai Pelatihan Pembibitan dan Pendampingan

Program penguatan hutan rakyat tidak hanya berupa penyaluran bibit. Kegiatan ini juga mencakup bimbingan teknis pembuatan bibit secara generatif dan vegetatif serta penguatan kelembagaan melalui pendampingan kelompok tani.

Kusno menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program alokasi pendanaan Result-Based Payment (RBP) REDD+ periode 2014–2016.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program alokasi pendanaan Result-Based Payment (RBP) REDD+ periode 2014–2016 hasil kerja sama antara BPDLH, DLHK DIY, dan Yayasan Resiliensi Lingkungan Indonesia (Yayasan Relung Indonesia)," tambah Kusno.

Hutan Menjadi Penyangga Kehidupan Masyarakat

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono, menyampaikan bahwa hutan mempunyai arti penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan seperti Samigaluh. Hutan tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga menopang kehidupan warga.

"Bagi masyarakat di wilayah ini, hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan bagian dari kehidupan, sumber penghidupan, sekaligus penyangga keseimbangan alam. Hutan rakyat harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang" ujar Triyono

Triyono juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan regulasi lokal dan aksi penanaman sebagai langkah berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Ia berharap Peraturan Kalurahan yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Regulasi tersebut perlu dipahami dan dilaksanakan bersama oleh masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online