Kredit UMKM Kuasai 42,48 Persen Penyaluran Kredit Perbankan DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus leptospirosis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2026 mencapai 576 kasus dengan 23 kematian. Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan jumlah penderita terbanyak, yakni 250 kasus, sementara keterlambatan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menunjukkan persebaran leptospirosis terjadi di seluruh kabupaten dan kota. Selain Bantul, kasus juga ditemukan di Sleman, Kulonprogo, Kota Jogja, dan Gunungkidul dengan jumlah kematian yang berbeda-beda.
Berdasarkan catatan Dinkes DIY, Kabupaten Bantul mencatat 250 kasus dengan sembilan kematian berdasarkan data hingga Juli 2026. Kabupaten Sleman berada di urutan berikutnya dengan 196 kasus dan dua kematian berdasarkan data hingga Oktober 2026.
Sementara itu, Kabupaten Kulon Progo mencatat 61 kasus dengan tujuh kematian hingga Oktober 2026. Kota Jogja memiliki 34 kasus dengan dua kematian berdasarkan data hingga Agustus 2026, sedangkan Kabupaten Gunungkidul mencatat 35 kasus dengan tiga kematian hingga Juli 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY, Ari Kurniawati, menjelaskan tingginya kasus leptospirosis di Bantul berkaitan dengan kondisi geografis dan karakteristik pekerjaan masyarakat setempat. Menurutnya, posisi wilayah Bantul yang paling bawah di antara kabupaten dan kota di DIY turut memperbesar risiko penularan.
Karakteristik pekerjaan penduduk juga menjadi perhatian. Ari menyebut banyak masyarakat di Kabupaten Bantul bekerja sebagai petani maupun buruh yang aktivitas pekerjaannya berada di sekitar aliran sungai dan saluran pengairan persawahan.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko masyarakat terpapar bakteri penyebab leptospirosis. Aktivitas pekerjaan di lingkungan persawahan maupun kawasan aliran air menjadi salah satu faktor yang dijelaskan Dinkes DIY terkait tingginya kasus penyakit tersebut di Bantul.
Selain faktor geografis dan pekerjaan, keterlambatan masyarakat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) juga menjadi persoalan. Ari menjelaskan keterlambatan pemeriksaan dapat berpengaruh terhadap waktu diagnosis dan pemberian obat antibiotik kepada pasien.
Dari sisi kelompok usia, mayoritas kasus leptospirosis terjadi pada masyarakat berusia 46–64 tahun. Kelompok usia tersebut juga menjadi kelompok dengan jumlah kasus kematian paling banyak berdasarkan penjelasan Dinkes DIY.
Ari menjelaskan leptospirosis merupakan penyakit infeksi bakteri yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Bakteri Leptospira menjadi penyebab penyakit ini dan banyak hidup di ginjal hewan tertentu, terutama tikus.
"Penyakit leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyebab utamanya adalah bakteri leptospira yang banyak hidup di ginjal hewan tertentu, terutama tikus. Bakteri ini menyebar melalui urine hewan yang terinfeksi dan mencemari lingkungan sekitarnya, seperti genangan air, lumpur, dan tanah," jelasnya, Sabtu (7/11/2026).
Masyarakat perlu memperhatikan kemungkinan munculnya gejala setelah terpapar bakteri tersebut. Ari menyampaikan masa inkubasi leptospirosis, yakni rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh hingga gejala pertama muncul, umumnya berlangsung selama 2–14 hari.
Meski demikian, gejala tidak selalu muncul dalam rentang waktu tersebut. Pada beberapa kasus tertentu, tanda-tanda infeksi baru dapat dirasakan setelah 30 hari pascapaparan.
Gejala leptospirosis yang perlu dikenali antara lain demam mendadak dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, sakit kepala, tubuh terasa lemas, mata merah, serta nyeri pada betis. Gejala tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama mereka yang memiliki aktivitas di lingkungan berisiko.
Untuk mengurangi risiko penularan, Dinkes DIY mengingatkan masyarakat agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Penggunaan alat pelindung diri (APD) juga diperlukan ketika masyarakat membersihkan lingkungan. Ari menyebut penggunaan sepatu bot dan sarung tangan menjadi bagian dari upaya perlindungan, termasuk menutup luka terbuka menggunakan plester luka antiair.
Upaya pencegahan berikutnya dapat dilakukan melalui penangkapan atau pemberantasan tikus secara bersama-sama. Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan juga perlu dilakukan, terutama di area yang dicurigai menjadi sarang tikus.
Kebersihan rumah dan lingkungan sekitar turut menjadi perhatian. Masyarakat diimbau membersihkan tumpukan barang yang dapat menjadi sarang tikus serta memperbaiki pengelolaan sampah agar tidak menjadi tempat berkembangnya hewan pengerat tersebut.
Selain itu, tempat penampungan air perlu dijaga agar tidak terkontaminasi urine tikus. Langkah menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan perlindungan diri tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan leptospirosis yang disampaikan Dinkes DIY.
Ari juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.
"Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada keluhan atau gejala seperti leptospirosis," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026.
Erika Richardo, Tasya Farasya, dan Atta Halilintar masuk daftar 11 kreator yang mewakili Indonesia di TikTok Awards Southeast Asia 2026.
UU 27/2026 mengatur hak pekerja yang terkena PHK akibat perusahaan tutup. Simak perbedaan pesangon dan penghargaan masa kerja.
Persijap Jepara menjamu Garudayaksa FC pada pekan kesembilan Super League. Laskar Kalinyamat memburu kemenangan perdana musim ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan
OpenAI menghadirkan Images 2.6 yang memungkinkan ChatGPT mengubah gambar atau foto menjadi GIF animasi pendek.