Obesitas dan Depresi Saling Memengaruhi, Stigma Berat Badan Jadi Pemicu
Dokter menjelaskan hubungan dua arah obesitas dan depresi. Stigma berat badan dapat memicu tekanan psikologis hingga menghambat penanganan.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus leptospirosis di Kabupaten Sleman mencapai 112 kasus terdiagnosis dengan dua korban jiwa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui bakteri dari urine hewan, terutama tikus, di tengah masa peralihan musim.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan data terbaru juga mencatat dua kasus kematian pada pasien berstatus suspek leptospirosis.
Menurut Khamidah, tren kasus penyakit tersebut cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Wilayah persebarannya pun semakin meluas dan tidak lagi hanya ditemukan di kawasan barat Sleman.
"Tren kasus leptospirosis dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Persebaran wilayahnya pun kini semakin meluas dan tidak hanya terpusat di kawasan barat, melainkan telah bergeser ke wilayah tengah dan timur, bahkan di luar kawasan persawahan. Untuk itu, masyarakat harus menjaga kebersihan," kata Khamidah Yuliati.
Ia menjelaskan peningkatan kasus leptospirosis tidak semata-mata dipengaruhi perubahan musim. Perilaku masyarakat dan kondisi lingkungan turut berperan terhadap risiko penularan penyakit tersebut.
Bakteri Leptospira Masuk Melalui Luka pada Kulit
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine hewan pembawa penyakit, salah satunya tikus.
Di lingkungan yang lembap, tergenang air, atau minim pencahayaan, bakteri tersebut dapat bertahan cukup lama. Kondisi seperti selokan, genangan air di persawahan, hingga kawasan permukiman berpotensi menjadi tempat bertahannya bakteri.
Penularan dapat terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh manusia melalui luka pada kulit, termasuk luka kecil akibat garukan bekas gigitan nyamuk. Bakteri juga dapat masuk melalui selaput lendir atau mukosa, seperti mulut dan mata.
Khamidah mengingatkan masyarakat agar mengenali gejala leptospirosis. Penyakit ini dapat diawali demam dan nyeri otot yang terkadang disalahartikan sebagai flu biasa.
Namun, terdapat tanda khas yang perlu diperhatikan, yakni nyeri intens pada bagian betis tanpa didahului aktivitas fisik berat atau kelelahan.
"Kami juga mengingatkan masyarakat agar mengenali gejala spesifik leptospirosis," katanya.
Selain itu, warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Puskesmas telah menyediakan pemeriksaan awal menggunakan leptotest atau rapid diagnostic test (RDT) untuk mendeteksi infeksi secara cepat.
"Bagi warga yang mengalami gejala tersebut, fasilitas kesehatan seperti Puskesmas telah menyediakan layanan pemeriksaan awal menggunakan leptotest (RDT) guna mendeteksi keberadaan infeksi secara cepat," katanya.
Dinkes Sleman Imbau Warga Tangkap Tikus dengan Perangkap
Untuk mengurangi risiko penularan, Dinkes Sleman mengingatkan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Warga juga diminta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Perlindungan diri juga perlu diperhatikan ketika membersihkan lingkungan, terutama saat beraktivitas di area yang tergenang air. Masyarakat dianjurkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta menutup luka dengan pelindung kedap air.
Dinkes Sleman turut mendorong gerakan pemberantasan tikus melalui TTM (Tangkap Tikus Mandiri) dan OTT (Operasi Tangkap Tikus) secara serentak.
Penangkapan tikus disarankan menggunakan metode trapping atau perangkap. Masyarakat diminta tidak mengejar maupun mengeroyok tikus karena dapat meningkatkan risiko urine tikus mencemari lingkungan sekitar.
Selain pengendalian populasi tikus, penanganan bangkai hewan pengerat tersebut juga perlu diperhatikan. Khamidah menyampaikan bangkai tikus harus dikubur agar tidak menjadi sumber penularan penyakit baru.
"Bangkai tikus wajib dikubur di dalam tanah agar tidak menjadi sumber penularan penyakit baru, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman di sekitarnya," katanya.
Catatan editor: Bagian sumber yang menyebut bangkai tikus dapat dimasukkan ke air lalu dibuang di area terkena sinar matahari atau dijemur hingga mati perlu dikonfirmasi kembali kepada Dinkes Sleman. Saya tidak memasukkan petunjuk tersebut sebagai panduan dalam artikel karena berpotensi menimbulkan salah pemahaman tentang penanganan bangkai tikus. Sebaiknya penanganan bangkai mengikuti arahan petugas kesehatan atau petugas pengendalian hama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dokter menjelaskan hubungan dua arah obesitas dan depresi. Stigma berat badan dapat memicu tekanan psikologis hingga menghambat penanganan.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan pendekatan edukasi yang menyasar generasi muda dan mencegah penyalahgunaan pil sapi.
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, SCH, dan SIMMADE. Simak tanggal, lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Dinkes Sleman mencatat 112 kasus leptospirosis dengan dua kematian terkonfirmasi. Warga diminta waspada terhadap penularan dan gejalanya.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul November 2026 tersedia di Balai Kalurahan Siraman. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.