Jogja Expo 2026 Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp25 Miliar
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Petugas memangkas pohon di Jalan Parangtritis, Panggungharjo, Sewon. Pemangkasan pohon dilakukan untuk antisipasi pohon tumbang saat musim hujan./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—BPBD Bantul meminta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di seluruh wilayah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Personel dan peralatan penanganan bencana disiapkan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan masa peralihan musim perlu diwaspadai meskipun hujan belum turun merata di seluruh wilayah Bantul. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan di wilayah DIY diperkirakan mulai meluas pada Desember 2026.
“Sekarang ini dianggap sebagai awal menuju musim peralihan ke musim penghujan. Berdasarkan update BMKG, pada akhir November hujan mulai turun di sejumlah wilayah, kemudian Desember diperkirakan sudah merata di DIY,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Antoni menyebut pohon tumbang menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diantisipasi selama masa pancaroba. Ancaman tersebut dapat terjadi di berbagai kapanewon maupun kalurahan, terutama ketika angin kencang datang tiba-tiba dan disertai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Dampak pohon tumbang tidak hanya berisiko menimpa rumah warga, tetapi juga dapat mengganggu akses jalan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, BPBD Bantul mulai memastikan kesiapan peralatan untuk mendukung penanganan keadaan darurat.
Peralatan yang disiapkan antara lain gergaji mesin atau senso serta perlengkapan pendukung lainnya. Peralatan tersebut diperlukan agar petugas dan relawan dapat segera melakukan penanganan apabila terjadi pohon tumbang.
“Kalau nanti ada pohon tumbang, kami segera meluncurkan teman-teman ke lapangan. Sekarang kami siapkan alat-alat seperti senso dan peralatan lainnya untuk mendukung penanganan apabila terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem,” katanya.
Kesiapsiagaan menghadapi pancaroba tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD Bantul. FPRB dan unsur kebencanaan di tingkat kalurahan juga dilibatkan untuk memperkuat respons apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing.
Antoni mengatakan BPBD selama ini telah melakukan sosialisasi dan komunikasi secara berkala dengan para sukarelawan. Pengalaman menghadapi perubahan musim setiap tahun membuat sebagian besar anggota FPRB telah memahami langkah awal yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana.
Meski demikian, koordinasi antarpihak tetap perlu diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berlangsung cepat. Kesiapan relawan di tingkat wilayah juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana selama masa peralihan musim.
Apabila terjadi keadaan darurat yang tidak mampu ditangani secara mandiri oleh relawan setempat, mereka diminta segera berkoordinasi dengan BPBD. Pelaporan dapat disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) maupun langsung kepada bidang terkait.
“Kami tetap menguatkan kolaborasi. Kalau terjadi sesuatu yang memang tidak mampu ditangani teman-teman di wilayah, mereka bisa menghubungi dan melaporkan kepada kami, baik melalui Pusdalops maupun langsung ke bidang kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
KAI Commuter mempercepat pengadaan 8 trainset KRL melalui PMN dengan mempertimbangkan kapasitas industri dan kebutuhan penumpang.
KPK menggeledah Bea Cukai Semarang dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai.
Kapolri dan Mendes PDT memperkuat kerja sama memberantas narkoba di desa melalui Desa Bersinar serta menyiapkan program Poliran.
Hujan mulai mengguyur Kulon Progo. BPBD mengingatkan warga mewaspadai pohon tumbang, genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.