Jogja Expo 2026 Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp25 Miliar

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 27 Oktober 2026 20:57 WIB
Jogja Expo 2026 Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp25 Miliar

Ilustrasi jemaah calon haji ./Antara

Harianjogja.com, BANTUL—Jogja Expo 2026 mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar selama tiga hari penyelenggaraan pada 23–25 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, ini menggerakkan berbagai sektor, mulai dari layanan perjalanan haji dan umrah hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) DIY, Silvia Rosetti, mengatakan nilai tersebut dihitung berdasarkan sejumlah komponen kegiatan selama expo berlangsung.

Perhitungan itu meliputi transaksi tenant, biaya perlengkapan dan konsumsi kegiatan, hunian hotel, transaksi haji dan umrah, transportasi, parkir, hingga potensi transaksi melalui kegiatan business matching.

“Total semua yang diperoleh potensinya itu sekitar Rp25 miliar lebih. Jadi ini sangat luar biasa sekali,” kata Silvia, Selasa (27/10/2026).

Menurut Silvia, capaian tersebut menunjukkan Jogja Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi layanan haji dan umrah. Kegiatan ini juga membuka ruang aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai sektor.

Hadirkan 121 Tenant dan 5.382 Peserta

Selama tiga hari penyelenggaraan, Jogja Expo 2026 menghadirkan 121 tenant dalam pameran dan bazar. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jemaah, fesyen muslim, produk olahan dan unggulan daerah, hingga makanan dan minuman.

Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj DIY, sebanyak 5.382 peserta tercatat mengikuti berbagai kegiatan dalam expo tersebut. Penyelenggaraan acara juga diarahkan untuk mendorong transaksi antara pengunjung dan tenant yang berpartisipasi.

Silvia menjelaskan, potensi perputaran ekonomi terbesar berasal dari transaksi layanan perjalanan ibadah, termasuk umrah, haji reguler, dan haji khusus.

"Potensi perputaran ekonomi tertinggi berasal dari transaksi layanan perjalanan haji dan umrah, termasuk umrah, haji reguler, dan haji khusus," jelas Silvia.

Besarnya potensi tersebut memperlihatkan hubungan antara penyelenggara perjalanan ibadah, pelaku usaha, dan masyarakat yang terbentuk melalui kegiatan pameran.

Perkuat Kemitraan Pelaku Usaha di DIY

Silvia menilai tujuan utama Jogja Expo 2026 telah tercapai, yakni mempertemukan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), masyarakat, dan UMKM dalam satu kegiatan.

Pertemuan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi mengenai layanan haji dan umrah sekaligus membuka peluang transaksi serta kemitraan bagi pelaku usaha lokal.

Ke depan, DIY diharapkan menjadi percontohan penyelenggaraan expo yang mengintegrasikan layanan haji dan umrah dengan pengembangan ekosistem ekonomi daerah.

Dengan konsep tersebut, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen, membangun kerja sama, dan mengembangkan peluang bisnis di daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online