Kelurahan Cokrodiningratan Olah Sampah Rumah Tangga untuk Budi Daya Manggot

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 27 Oktober 2026 21:07 WIB
Kelurahan Cokrodiningratan Olah Sampah Rumah Tangga untuk Budi Daya Manggot

Warga Kelurahan Cokrodiningratan sedang melakukan pengelolaan sampah organik melalui maggot pada Senin (12/10/2026)./Istimewa-Dokumen Lurah Cokrodiningratan\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Cokrodiningratan, Kota Jogja, mengolah sampah organik rumah tangga melalui budi daya manggot. Program yang dikembangkan sejak 2025 ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi sampah yang dibuang ke depo, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.

Lurah Cokrodiningratan, Mohammad Roman Feiruz, mengatakan pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Pelibatan masyarakat melalui pemberdayaan dinilai menjadi salah satu upaya untuk menangani persoalan sampah sekaligus mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah.

Inovasi tersebut diberi nama Permak Jas Kamal. Melalui program ini, warga memelihara manggot atau larva lalat tentara hitam untuk mengolah sampah organik dari aktivitas dapur sehari-hari.

“Intinya kami memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah organik itu dari rumah sehingga tidak lagi kita membuang sampah organik itu ke depo,” kata Roman ditemui di kantornya, Selasa.

Budi Daya Manggot Berbasis Rumah Tangga

Berbeda dengan pengelolaan manggot secara komunal yang memerlukan lahan khusus, Permak Jas Kamal dijalankan secara perseorangan. Setiap warga memelihara manggot di rumah masing-masing sehingga tidak membutuhkan lokasi terpusat yang berpotensi menimbulkan persoalan bau di kawasan permukiman padat.

Program yang dijalankan melalui komunitas Mitra Dayoku tersebut telah melibatkan sekitar 60 KK di RT 12 RW 03 Kampung Cokrodiningratan, Kelurahan Cokrodiningratan. Dari kelompok warga itu, panen manggot dilakukan setiap dua minggu dengan hasil rata-rata mencapai 50–70 kilogram.

Kelurahan Cokrodiningratan juga membantu pemasaran hasil budi daya dengan menghubungkan warga kepada pihak ketiga. Selama ini, manggot yang dipanen dibeli pengepul dari Giwangan untuk kemudian dipasarkan kepada peternak lele, peternak unggas, dan pengguna lainnya.

Harga jual manggot mencapai sekitar Rp5.000 per kilogram. Sementara itu, setiap rumah rata-rata menghasilkan satu hingga dua kilogram manggot dalam satu kali panen.

Roman berharap kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan bagi warga, meskipun nilainya masih terbatas. Hasil penjualan yang diperoleh secara berkala bisa disisihkan untuk ditabung.

“Kami panen dua minggu sekali, jadi sebulan dua kali. Ada selisih itu yang bisa ditabung,” kata Roman.

Kelurahan Siapkan Boks Manggot hingga 2027

Untuk mendukung keberlanjutan program, kelurahan mengalokasikan anggaran pengadaan boks maggot. Fasilitas ini dibutuhkan karena boks dapat mengalami kerusakan akibat gangguan semut, tikus, dan kucing, dengan masa tahan maksimal sekitar dua tahun.

Pada 2026, pengadaan 28 boks maggot telah terealisasi. Kelurahan juga menganggarkan penambahan 55 boks pada awal 2027 untuk memperkuat pelaksanaan program di masyarakat.

Pengembangan budi daya turut didukung kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama yang terjalin pada pertengahan 2026. Kerja sama tersebut mencakup bantuan boks maggot baru serta sosialisasi kepada masyarakat.

Manggot, Bank Sampah, dan Kelompok Tani Saling Mendukung

Pengelolaan sampah di Cokrodiningratan tidak hanya mengandalkan budi daya manggot. Kelurahan juga mendorong aktivitas bank sampah untuk menangani sampah anorganik yang memiliki nilai jual serta kelompok tani yang dapat memanfaatkan residu maggot sebagai penyubur tanaman.

Di RW 03, kegiatan pengolahan sampah organik melalui manggot berjalan berdampingan dengan bank sampah dan kelompok tani. Keterhubungan ketiga kegiatan tersebut diharapkan membentuk ekosistem pengelolaan sampah yang saling mendukung.

Meski demikian, jumlah sampah organik yang berhasil dikurangi melalui program tersebut belum tercatat secara pasti. Berdasarkan penyampaian dalam sebuah forum diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) penelitian pihak ketiga, pengurangan sampah organik di Cokrodiningratan diperkirakan mencapai sekitar satu ton lebih per bulan.

Angka tersebut masih berupa estimasi yang didasarkan pada asumsi timbulan sampah organik harian warga, bukan hasil pencatatan pengurangan sampah secara pasti.

Roman juga mengungkapkan bahwa kelompok warga yang telah mengikuti program masih membutuhkan tambahan sampah organik dari tetangga yang belum bergabung. Pasalnya, sampah rumah tangga milik peserta belum mencukupi kebutuhan pakan maggot.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kelurahan mengarahkan warga agar mengutamakan sampah organik dari lingkungan sekitar. Dengan demikian, pemenuhan pakan tetap bertumpu pada sumber sampah di kawasan tempat tinggal mereka.

Pembibitan Manggot Jadi Rencana Pengembangan

Ke depan, Kelurahan Cokrodiningratan berencana mengembangkan tahap pembibitan maggot agar kelompok warga tidak terus bergantung pada pembelian bibit. Upaya ini akan dilakukan secara bertahap melalui pembangunan demplot di kampung yang berbeda.

Pengembangan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain hasil panen dan potensi pendapatan, perubahan kebiasaan warga dalam menangani sampah rumah tangga juga menjadi aspek penting yang ingin dicapai.

Roman menilai perubahan perilaku masyarakat merupakan salah satu tantangan terbesar dalam penanganan sampah. Menurut dia, keberhasilan membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat merupakan pencapaian tersendiri bagi pemerintah.

“Kesulitan paling tinggi pemerintah itu apa? Mengubah perilaku. Ketika kita sudah berhasil mengubah perilaku, itu merupakan prestasi sebetulnya,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online