Gunungketur Jogja Libatkan UMKM Lokal dalam Program PMT Stunting
Gunungketur mengalokasikan Dana Keistimewaan Rp120 juta untuk program PMT dengan melibatkan UMKM lokal demi penanganan stunting dan ekonomi warga
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pengelolaan sampah di Kota Jogja tak hanya mengandalkan pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir. Pemerintah Kota Jogja mendorong pemilahan dan pengolahan sejak dari sumber, mulai dari mendaur ulang sampah menjadi bahan baku hingga memanfaatkannya sebagai sumber energi.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Karjono, menyebut timbulan sampah di Kota Jogja mencapai sekitar 306,6 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 209,97 ton per hari tercatat menjalani proses pengolahan.
Upaya tersebut dijalankan melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Joss), yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi serta mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Karjono menjelaskan pengelolaan dimulai dengan memilah sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah, sedangkan sampah organik matang dikumpulkan melalui titik kumpul di masing-masing kelurahan untuk kemudian diangkut oleh transporter.
Adapun sampah organik mentah dan organik kering, seperti daun, didorong agar diolah langsung dari sumbernya. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah menggunakan biopori.
“Upaya ini menjadi bagian dari pengurangan sampah sebelum masuk ke tahap pengangkutan dan pengolahan lebih lanjut,” kata Karjono saat ditemui di kantornya, Senin (26/10/2026) pagi.
Menurut Karjono, pengurangan sampah langsung dari sumber mencapai sekitar 51,4 ton per hari. Selain itu, sampah yang menjalani proses pengolahan mencapai 209,97 ton per hari.
Dari pengelolaan tersebut, sekitar 90,54 ton sampah per hari dimanfaatkan menjadi bahan baku, pakan ternak, kompos, dan produk daur ulang. Sementara itu, sebanyak 112 ton per hari dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Adapun sekitar 10 ton sampah per hari menjalani pemrosesan akhir. Berbagai skema tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Selain melalui pemilahan dan pengolahan, DLH Kota Jogja juga mengampanyekan perubahan kebiasaan masyarakat untuk menekan produksi sampah. Masyarakat didorong menghabiskan makanan agar tidak menyisakan sampah konsumsi serta menggunakan wadah secara berulang kali.
Kebiasaan menggunakan kembali wadah juga diharapkan dapat menekan penggunaan kemasan sekali pakai, termasuk kantong plastik.
Penanganan sampah juga dilakukan di ruang publik. DLH Kota Jogja memiliki tim penyapu jalan yang bertugas menangani sampah liar agar tidak menumpuk dan mengganggu kebersihan jalan.
Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja, Sigit Wicaksono, meminta DLH meningkatkan kesiapsiagaan menjelang hingga selama periode akhir tahun. Kedatangan wisatawan diperkirakan menambah timbulan sampah, sehingga perlu diantisipasi agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun kenyamanan wisatawan.
Untuk menghadapi potensi peningkatan sampah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), DLH Kota Jogja akan menyiapkan 213 penyapu jalan. Petugas tersebut diharapkan membantu menjaga kebersihan ruang publik di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungketur mengalokasikan Dana Keistimewaan Rp120 juta untuk program PMT dengan melibatkan UMKM lokal demi penanganan stunting dan ekonomi warga
Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Sulsel terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan TPPU
DPRD Kota Yogyakarta mengawal aspirasi warga soal perlindungan becak dan andong serta pengembangan wisata Kali Winongo dalam Raperda Ripparda.
Kota Jogja mengolah 209,97 ton sampah per hari menjadi bahan baku, kompos, produk daur ulang, hingga sumber energi.
Lupa membawa SIM saat Operasi Patuh 2026? Simak sembilan langkah aktivasi SIM Digital lewat aplikasi Digital Korlantas Polri.
Ballon d’Or 2026 digelar di London pada 27 Oktober dini hari WIB. Harry Kane dan Alexia Putellas masuk kandidat terkuat.