Musim Hujan, BPBD Kulon Progo Ingatkan Ancaman Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Kiki Luqman
Kiki Luqman Jum'at, 30 Oktober 2026 20:07 WIB
Musim Hujan, BPBD Kulon Progo Ingatkan Ancaman Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay

Harianjogja.com, KULON PROGO—Hujan yang mulai mengguyur wilayah Kulon Progo meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi selama masa peralihan musim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat dan angin kencang yang berisiko menyebabkan pohon tumbang hingga genangan air.

Potensi hujan diprakirakan berlangsung hingga Jumat (30/10). Masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal, terutama keberadaan pohon rapuh dan ranting berukuran besar yang berpotensi patah ketika diterpa angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, mengatakan berdasarkan prospek cuaca tiga harian yang dirilis Stasiun Meteorologi Yogyakarta pada Kamis (29/10), hujan ringan berpotensi terjadi di seluruh wilayah DIY hingga Jumat.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Fenomena Atmosfer Picu Pertumbuhan Awan Hujan
Potensi hujan di wilayah DIY juga dipengaruhi kondisi atmosfer di Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi aktivitas gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin serta daerah konvergensi atau pertemuan massa udara.

Fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan. Kondisi ini menjadi salah satu alasan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.

Eko meminta warga mengantisipasi dampak hujan lebat dan angin kencang, terutama di lingkungan permukiman yang memiliki pepohonan dengan kondisi rentan.

“Dihimbau masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, dan angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang pada masa peralihan musim ini,” ujarnya Kamis.

Warga Diminta Periksa Drainase dan Berhati-hati di Jalan
Selain ancaman pohon tumbang, BPBD Kulon Progo mengingatkan potensi genangan air ketika hujan turun. Masyarakat diminta memastikan saluran drainase di sekitar tempat tinggal tidak tersumbat agar air dapat mengalir dengan baik.

Pengguna jalan juga perlu meningkatkan kehati-hatian saat berkendara dalam kondisi hujan. Jalan yang licin dan berkurangnya jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, pengendara disarankan mengurangi kecepatan serta menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi cuaca dan permukaan jalan.

Gelombang Laut Selatan DIY Capai 2,5 Meter
Ancaman cuaca tidak hanya perlu diperhatikan masyarakat yang tinggal di daratan. Warga maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir selatan DIY juga diminta memperhatikan kondisi gelombang laut.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai.

“Wisatawan pun diimbau untuk menghindari aktivitas di bibir pantai dan mematuhi arahan petugas mengingat gelombang tinggi.”

Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko keselamatan selama kondisi gelombang laut masih perlu diwaspadai. Wisatawan diminta tidak mengabaikan arahan petugas ketika beraktivitas di kawasan pesisir.

BPBD Minta Warga Pantau Informasi Cuaca BMKG
BPBD Kulon Progo mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum merencanakan aktivitas di luar rumah.

Kewaspadaan perlu dijaga selama periode prakiraan cuaca tersebut. Sebab, hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi muncul sewaktu-waktu.

Antisipasi sejak dini, mulai dari memeriksa kondisi pepohonan, memastikan saluran drainase tidak tersumbat, hingga menghindari aktivitas berisiko di kawasan pantai, diharapkan dapat membantu mengurangi dampak bencana hidrometeorologi dan melindungi keselamatan masyarakat Kulon Progo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online