BMKG Peringatkan Cuaca Buruk: Gelombang Tinggi, Awan Kumulonimbus hingga Hujan Petir

Newswire
Newswire Rabu, 28 Oktober 2026 06:57 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Buruk: Gelombang Tinggi, Awan Kumulonimbus hingga Hujan Petir

Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu. Ancaman tersebut meliputi hujan dengan beragam intensitas, pertumbuhan awan kumulonimbus di jalur penerbangan, gelombang tinggi hingga 4 meter, serta banjir rob di sejumlah kawasan pesisir.

Prakirawan BMKG Zen Putri menjelaskan kondisi atmosfer dipengaruhi sirkulasi siklonik yang terpantau di perairan utara Aceh dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya. Sistem tersebut membentuk daerah perlambatan dan percepatan angin yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah-wilayah sekitarnya," kata dia dalam siaran pembaruan informasi cuaca yang diikuti di Makassar, Sulawesi Selatan.

BMKG Ingatkan Potensi Awan Kumulonimbus di Jalur Penerbangan

BMKG mengimbau pengguna transportasi udara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pertumbuhan awan kumulonimbus di sejumlah jalur penerbangan. Awan jenis ini perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan kondisi cuaca yang membahayakan penerbangan.

Wilayah yang perlu diperhatikan meliputi perairan utara Selat Malaka, Laut Natuna Utara, serta Samudra Hindia di barat Kepulauan Nias hingga Lampung.

Potensi pertumbuhan awan tersebut juga mencakup Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Selain itu, BMKG mencatat potensi serupa di Laut Jawa bagian barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Selat Karimata bagian utara dan selatan, serta Papua dan sekitarnya.

Prakiraan Hujan di Berbagai Wilayah Indonesia

BMKG turut menyampaikan prakiraan cuaca di sejumlah kota di Indonesia. Kondisi yang diprediksi meliputi hujan ringan, hujan sedang, hujan petir, berawan tebal, hingga udara kabur.

Di Pulau Sumatra, sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami hujan ringan. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan petir di Tanjung Pinang dan Bandar Lampung.

Sementara itu, di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan petir berpotensi terjadi di Bandung. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan melanda Semarang dan Yogyakarta.

Adapun Serang, Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Mataram berpeluang mengalami hujan ringan. Untuk Kupang, kondisi cuaca diprakirakan berawan tebal.

Di Pulau Kalimantan, potensi hujan petir perlu diwaspadai di Banjarmasin. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangka Raya, dan Tanjung Selor, sedangkan Samarinda berpotensi mengalami udara kabur.

Di wilayah Sulawesi, Mamuju diprakirakan mengalami hujan ringan. Makassar dan Manado berpotensi berawan tebal, sementara Palu dan Gorontalo diprakirakan mengalami udara kabur. Adapun Kendari berpotensi mengalami kondisi kabur atau asap.

Untuk wilayah Maluku dan Papua, cuaca secara umum berpotensi mengalami hujan ringan. Ternate diprakirakan berawan tebal.

Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa Timur

Selain mengingatkan masyarakat terkait cuaca di darat dan udara, BMKG mengeluarkan peringatan bagi nelayan serta pengguna transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut.

BMKG juga mengimbau masyarakat pesisir bersiaga terhadap potensi banjir rob. Warga diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut dan memperhatikan informasi cuaca serta peringatan yang berlaku.

Wilayah pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Potensi banjir rob juga perlu diwaspadai di pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, hingga Maluku. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau memantau informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca maupun pasang air laut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online