UMK Gunungkidul 2026 Rp2,46 Juta, Berapa Besaran Tahun Depan?
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Pengunjung saya mengakses layanan pasporia oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo dalam DIY Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Layanan Pasporia Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo ramai dikunjungi masyarakat selama penyelenggaraan DIY Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Layanan jemput bola di Graha Pradipta Jogja Expo Centre (JEC), Bantul, tersebut dimanfaatkan terutama oleh calon jemaah haji dan umrah untuk mengurus dokumen perjalanan.
Pelayanan yang berlangsung pada Jumat hingga Minggu (23–25/10/2026) itu menyediakan pengurusan paspor baru maupun penggantian paspor. Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor imigrasi untuk mengakses pelayanan yang tersedia di lokasi pameran.
Antusiasme pengunjung terlihat pada Sabtu dan Minggu. Jumlah pemohon bahkan meningkat pada hari terakhir penyelenggaraan, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian yang mudah dijangkau.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Mohamad Wahyudiyantoro, mengatakan Pasporia merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat, terutama calon jemaah haji dan umrah.
Menurut dia, kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY memungkinkan masyarakat memperoleh layanan keimigrasian secara langsung di tengah kegiatan pameran.
“Lewat layanan ini kami ingin memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang mungkin belum mempunyai waktu saat hari kerja, khususnya calon jemaah haji dan umrah," kata Wahyudiyantoro, Senin (26/10/2026).
Tak Hanya Mengurus Paspor
Selain melayani permohonan paspor, petugas imigrasi menyediakan konsultasi keimigrasian, edukasi penggunaan aplikasi M-Paspor, serta informasi persyaratan perjalanan ibadah ke luar negeri.
Puluhan pengunjung setiap harinya memperoleh informasi mengenai layanan dan dokumen perjalanan tersebut. Pelayanan ini juga terbuka bagi pelaku usaha dan masyarakat umum yang membutuhkan informasi keimigrasian.
"Pelayanan yang kami berikan tidak hanya menyasar calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga pelaku usaha serta masyarakat umum yang membutuhkan informasi dan layanan dokumen perjalanan," ungkapnya.
Pelaksanaan Pasporia turut mendapat perhatian Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, yang mengunjungi lokasi pameran. Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY juga meninjau kesiapan dan kelancaran pelayanan di stan tersebut.
Wahyudiyantoro berharap kerja sama antara Imigrasi Kulon Progo dan Kemenhaj DIY terus diperkuat agar akses pelayanan keimigrasian semakin luas. Dengan demikian, masyarakat Kulon Progo, Bantul, dan wilayah DIY lainnya dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan dokumen perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Layanan Pasporia Imigrasi Kulon Progo di DIY Expo 2026 ramai pemohon. Masyarakat bisa mengurus paspor sekaligus berkonsultasi.
BPJS Kesehatan membantah kabar penghapusan program JKN. Peserta tetap bisa mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
Dialog di Jogja membahas perlindungan buruh dan pekerja rumah tangga, mulai dari kebijakan upah hingga pengawasan aturan ketenagakerjaan.
Keppres pelunasan biaya haji 2027 ditargetkan terbit pekan ini. Rata-rata calon jemaah perlu menyiapkan dana sekitar Rp23 juta.