Dekan FK-KMK UGM Bawa Suara Komunitas Jalanan Indonesia ke Forum Pandemi Global
Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata membawa isu komunitas jalanan Indonesia dalam forum kesiapsiagaan pandemi global di New York.
Pemohon paspor melakukan perekaman paspor di stan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dalam kegiatan yang digelar saat car free day (CFD) Sudirman, Minggu (9/8/2026).Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianogja.com, JOGJA-Mengurus paspor kini bisa dilakukan sambil berolahraga atau berjalan-jalan di akhir pekan. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menghadirkan layanan paspor di kawasan car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jogja, Minggu (9/8), dengan menyiapkan 30 kuota pemohon.
Layanan tersebut menjadi bagian dari program Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperluas akses pelayanan paspor ke ruang-ruang publik. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, sebanyak 21 pemohon telah terdaftar.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta R. Pandu Bayuaji mengatakan layanan di CFD Sudirman ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus paspor pada hari kerja.
"Ini salah satu program dari Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperluas dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kita hadir tidak hanya menambah jam layanan, tetapi juga ke tempat-tempat keramaian supaya masyarakat jauh lebih mudah mengakses layanan paspor," ujarnya, Minggu.
Pandu memastikan tidak ada perbedaan substansial antara pelayanan paspor di CFD Sudirman dengan pelayanan di kantor imigrasi. Seluruh proses pemberkasan dan pelayanan dilakukan di lokasi tersebut.
"Semua layanan dan pemberkasan ada di sini. Mungkin hanya soal pengambilan. Karena kami di hari Minggu dan ketentuannya empat hari kerja, pengambilannya tetap ke kantor," katanya.
Masyarakat yang hendak memanfaatkan layanan tersebut harus terlebih dahulu mendaftar melalui aplikasi M-Paspor. Data pemohon kemudian dapat diketahui petugas sebelum pemohon datang ke lokasi. "Di sini tinggal pengecekan, penyamaan berkas, langsung proses, selesai. Bisa lanjut jalan-jalan, bisa lanjut jajan," ujar Pandu.
Layanan paspor di ruang publik tersebut direncanakan digelar secara rutin setiap Minggu dengan lokasi yang bergantian. Setelah CFD Sudirman, Imigrasi Yogyakarta berencana menghadirkan layanan serupa di kawasan Sunday Morning (Sunmor) sekitar UGM maupun sejumlah lokasi lainnya. "Nanti ada beberapa titik. Minggu depannya mungkin di Sunmor yang di Karangmalang, kemudian berikutnya mungkin di tempat lain," katanya.
Pandu berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut karena proses pengurusan paspor dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas olahraga atau rekreasi pada akhir pekan.
Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Dwi Andrianto mengatakan terdapat risiko pemohon paspor menjadi korban TPPO atau berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.
"Pengecekan berkas harus sangat selektif. Kami mengantisipasi korban-korban TPPO dan mereka yang bekerja secara nonprosedural," ujarnya.
Salah satu pemohon paspor, Alifia Putri Ramadhani, memilih layanan di CFD Sudirman karena lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Ia mengetahui layanan tersebut ketika melakukan aktivasi melalui aplikasi M-Paspor. (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata membawa isu komunitas jalanan Indonesia dalam forum kesiapsiagaan pandemi global di New York.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.