Sukses Jadikan Solo Raya Percontohan Aglomerasi, Ahmad Luthfi Raih Agglomeration Leade
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional Leadership and Governance
Warga mengurus dokumen kependudukan di Kantor Disdukcapil Kota Jogja pada Agustus 2026. Istimewa/Dok. Disdukcapil Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kota Jogja kini dapat mengambil nomor antrean layanan administrasi kependudukan tanpa harus datang lebih awal ke kantor pelayanan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja mengoptimalkan layanan nomor antrean online yang terintegrasi dengan aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Kepala Disdukcapil Kota Jogja, Septi Sri Rejeki, mengatakan layanan tersebut dikembangkan untuk memangkas waktu tunggu masyarakat saat mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Sebelum antrean online tersedia, masyarakat harus datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk memperoleh nomor antrean. Perkembangan antrean juga hanya dapat dipantau melalui monitor di ruang pelayanan sehingga pemohon perlu tetap berada di lokasi sampai nomor antreannya dipanggil.
“Dengan layanan nomor antrean online, masyarakat bisa mengambil nomor antrean sekaligus memantau perkembangan antrean melalui JSS,” katanya, Jumat (7/8/2026).
Warga Bisa Memperkirakan Waktu Kedatangan
Melalui sistem antrean online Disdukcapil Jogja, masyarakat dapat memperkirakan waktu kedatangan berdasarkan nomor antrean yang telah diperoleh. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk menunggu di ruang pelayanan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lain.
Septi menjelaskan pengembangan layanan dilakukan secara bertahap. Prosesnya mencakup identifikasi kebutuhan, penyusunan proses bisnis, pengembangan sistem, uji coba, hingga penyempurnaan berdasarkan evaluasi dan masukan masyarakat.
Selain memberikan kemudahan kepada pemohon, sistem antrean online juga membantu Disdukcapil Kota Jogja meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kependudukan.
Integrasi dengan JSS memungkinkan petugas memperoleh data pemohon sehingga proses pelayanan di loket dapat dilakukan lebih cepat.
“Ini juga mengurangi penumpukan pemohon di ruang tunggu sehingga pelayanan bisa lebih optimal,” ujarnya.
Dorong Transformasi Digital
Septi mengatakan pengembangan antrean online menjadi bagian dari transformasi digital Disdukcapil Kota Jogja dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Layanan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga kepastian waktu bagi warga yang hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Ke depan, Disdukcapil Kota Jogja akan terus mengembangkan layanan berbasis digital sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Septi berharap pengembangan tersebut dapat mendukung pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional Leadership and Governance
Cesc Fabregas meminta Como melupakan kemenangan 9-1 atas Lens dan fokus menghadapi Inter Milan dalam lanjutan Serie A 2026/2027.
SMPN 2 Bambanglipuro memperkuat budaya sukses pendidikan melalui pengajian rutin bersama orang tua, guru, komite, dan masyarakat.
Kiper PSS Sleman Pedro Caracoci memastikan tim siap menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo dan membidik hasil positif.
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka DIY turun menjadi 3,33 persen pada Agustus 2026, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 2,20 juta orang.
Helikopter Super Puma milik BNPB diduga jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, saat mengambil air untuk pemadaman karhutla.