Sekolah Rakyat Kulonprogo Beroperasi, Guru Tamu dan Tagana Dikerahkan
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo mengerahkan puluhan guru, tendik, dan Tagana sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY menggelar senam massal sekaligus memfasilitasi layanan Paspor Minggu Ceria (Pasporia) di kawasan Alun-Alun Wates, Minggu (9/8/2026). - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO— Layanan Paspor Minggu Ceria (Pasporia) di Alun-Alun Wates, Minggu (9/8/2026), akan dikembangkan menjadi layanan rutin bulanan dan diperluas ke Kabupaten Bantul. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY mendekatkan pelayanan ke masyarakat.
Pasporia digelar bersamaan dengan senam massal di kawasan Alun-Alun Wates dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia. Dalam layanan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY menyiapkan kuota 20 paspor melalui M-Paspor dan lima paspor melalui walk-in.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani yang turut mengikuti senam massal bersama masyarakat mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya dan komitmen Ditjen Imigrasi DIY untuk lebih dekat dengan masyarakat.
"Melalui Pasporia, kami ingin mendekatkan pelayanan langsung ke tengah masyarakat. Hari Minggu dipilih agar warga yang terkendala izin kerja atau kesibukan pekerjaan pada Senin-Jumat tetap bisa mengurus paspor dengan nyaman," ujar Yuni di sela-sela acara, Minggu.
Menurut Yuni, Pasporia mengedepankan kemudahan dan kepraktisan. Layanan itu juga dirancang dengan konsep pelayanan terbuka yang tetap menjaga kenyamanan pemohon.
Meski dilakukan di ruang terbuka publik, tahapan wawancara dalam proses pembuatan paspor tetap dijalankan. Petugas telah dibekali teknik komunikasi interaktif yang ramah dan inklusif untuk melayani pemohon.
"Harapan kami, produktivitas masyarakat di hari kerja tetap terjaga, sementara kebutuhan dokumen keimigrasian mereka dapat terlayani dengan optimal, aman, dan menyenangkan di hari libur," ucapnya.
Yuni mengatakan kuota Pasporia dapat ditambah apabila animo masyarakat tinggi. "Tetapi nanti kami akan melihat animo masyarakat, jika memang perlu dibutuhkan untuk penambahan kuota, akan kami tambahkan kuotanya," ujar Yuni.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIA TPI Kulonprogo Mohammad Wahyudiyantoro mengatakan proses wawancara tidak hanya berfungsi sebagai tahapan verifikasi berkas. Tahapan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan perlindungan bagi warga.
Melalui pendekatan yang humanis, petugas aktif memberikan pemahaman agar masyarakat terhindar dari risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maupun tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).
Keberhasilan layanan Pasporia di Kulonprogo mendorong instansinya untuk menjadikannya program rutin bulanan. Layanan tersebut juga akan diperluas ke Kabupaten Bantul yang masih menjadi wilayah wewenang Kantor Imigrasi Kulonprogo.
"Nanti kalau bisa Pasporia dalam sebulan ada dua kali masing-masing di Bantul dan Kulonprogo," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo mengerahkan puluhan guru, tendik, dan Tagana sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
BPA Kejagung menggelar lelang serentak 10–14 Agustus 2026 dengan potensi pemulihan aset negara mencapai Rp289,39 miliar.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
RAPBD Sleman 2027 mengalokasikan belanja Rp3,55 triliun untuk enam agenda prioritas, termasuk kemiskinan, SDM, ekonomi, dan pemerintahan.
THE 1O1 Yogyakarta Tugu bersama Leeven & Co mengajak para pencinta sketsa untuk menikmati Yogyakarta dengan pengalaman yang berbeda.