Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, DLH Kulonprogo Ajak SPPG Buka Uji Lab
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Ilustrasi Turnamen Bola Voli / Dok
Harianjogja.com, KULONPROGO—Turnamen bola voli antar-Karang Taruna di Kulonprogo diharapkan menjadi ajang pembibitan atlet muda untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027. Turnamen Manunggal Cup 2026 tersebut diikuti puluhan tim dari kalurahan se-Kabupaten Kulonprogo.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMKal) Pengendalian Penduduk (Dalduk) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Kulonprogo menggelar turnamen tersebut dengan peserta 24 tim putra dan 12 tim putri.
Manunggal Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 21 September hingga 18 Oktober 2026. Selain menjadi kompetisi olahraga, turnamen ini sekaligus diarahkan sebagai bagian dari persiapan menuju Porda DIY 2027.
Ketua Panitia Manunggal Cup 2026, Krissutanto mengatakan turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang. Ajang ini menjadi sarana pembinaan jangka panjang bagi atlet-atlet muda potensial di Kulonprogo.
"Kegiatan ini tidak hanya kita maknai sebagai pertandingan olahraga semata, tetapi juga wadah meningkatkan prestasi, menumbuhkan semangat sportivitas, memberikan pengalaman bertanding, serta sarana pembinaan bagi atlet-atlet muda berbakat di Kulonprogo," ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Krissutanto berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan pemain yang nantinya mampu memperkuat Kulonprogo di Porda DIY 2027.
"Termasuk untuk persiapan Porda DIY 2027 diharapkan dari turnamen voli ini lahir sosok pemain yang dapat mewakili Kulonprogo nantinya," tambah Krissutanto.
Selain pembinaan atlet, panitia berharap pelaksanaan Manunggal Cup memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Perputaran ekonomi tersebut khususnya diharapkan dirasakan oleh pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menekankan pentingnya kehadiran atlet-atlet berkualitas dalam turnamen tersebut. Kehadiran pemain dari luar diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus memicu peningkatan performa atlet lokal.
"Dengan hadirnya teman-teman atlet dari luar, diharapkan ada efek tular positif bagi permainan atlet-atlet Kulonprogo. Kualitas permainan atlet kita diharapkan makin bertumbuh dan bertambah. Besar harapan saya, dari turnamen seperti ini segera terlahir atlet-atlet hebat yang mampu mengukir prestasi terbaik," ungkapnya.
Agung juga mengimbau seluruh pihak menjaga pertandingan tetap kondusif, aman, dan sportif. Imbauan tersebut disampaikan mengingat turnamen berlangsung cukup panjang dan mempertemukan tim antarkalurahan sehingga dikhawatirkan dapat memunculkan gesekan.
"Pesan saya jaga sportivitas, berikan kualitas pertandingan terbaik, dan jaga keamanan! Kepada para suporter, mari jaga ketertiban dan jangan membuat kegaduhan, karena ini adalah ajang bagi adik-adik dan atlet-atlet kita untuk menunjukkan prestasi terbaik mereka," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.