Angkat Kain Lokal, Pendiri Rumah Kreatif Tukik Raih Penghargaan
Yenny Christin meraih penghargaan Perempuan Favorit Indonesia Creative 2026 berkat kiprahnya mengembangkan kerajinan berbasis kain lokal.
Foto ilustrasi anak sakit flu. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan belum ada laporan kasus influenza tipe A di wilayah Kota Jogja. Meski demikian, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta puskesmas meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan skrining dan sistem rujukan bagi pasien dengan gejala batuk pilek yang berlangsung lama.
Hasto mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan meskipun hingga saat ini belum terdapat catatan kasus influenza tipe A di Kota Jogja. Menurut dia, strain virus influenza dapat berubah setiap saat sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja perlu memastikan puskesmas memberikan perhatian lebih terhadap pasien dengan gejala berkepanjangan.
“Kalau ada yang batuk pilek agak panjang, agak lama, lebih dari dua minggu, harusnya diwaspadai,” katanya, Senin (21/9/2026).
Batuk Pilek Lebih dari Dua Minggu Perlu Diwaspadai
Hasto menjelaskan pasien yang mengalami gejala berkepanjangan tidak cukup hanya mendapatkan pemeriksaan awal di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai keluhan pernapasan biasa. Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan untuk memastikan penyebab penyakit sekaligus menjadi bagian dari deteksi dini.
Menurut Hasto, pemeriksaan lanjutan tersebut dapat berupa swab maupun uji laboratorium. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya strain virus baru ke Kota Jogja.
Karena itu, Hasto meminta puskesmas memperkuat sistem skrining sejak pemeriksaan awal. Pasien yang memiliki gejala tertentu dengan durasi sakit yang tidak kunjung membaik juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan rujukan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
“Artinya deteksi dini ketika ada gejala seperti itu segera dirujuk,” ujarnya.
Selain batuk pilek yang berlangsung lebih dari dua minggu, Hasto menyebut demam tinggi yang terus berlangsung sebagai kondisi lain yang perlu diperhatikan dalam proses skrining pasien.
Sampel Pasien Bisa Dirujuk untuk Pemeriksaan PCR
Terkait kesiapan pemeriksaan, Hasto mengatakan fasilitas kesehatan di Kota Jogja dapat merujuk spesimen atau sampel medis untuk menjalani pemeriksaan PCR di rumah sakit besar yang memiliki fasilitas tersebut.
Menurut dia, kebutuhan alat untuk mendukung transportasi sampel PCR juga tidak menjadi persoalan. Pemeriksaan PCR dapat dilakukan di rumah sakit-rumah sakit besar yang tersedia di Kota Jogja.
“Kita bisa merujuk spesimen atau sampel [pasein] secara medis untuk diperiksakan PCR. Kita cek alat-alat untuk transport PCR dan di sini tidak ada masalah karena PCR itu ada di rumah sakit-rumah sakit besar yang ada di Kota Jogja,” katanya.
Dengan penguatan skrining dan sistem rujukan tersebut, Pemkot Jogja menekankan pentingnya deteksi dini terhadap pasien yang mengalami gejala pernapasan berkepanjangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan meski sampai saat ini belum ada laporan kasus influenza tipe A di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yenny Christin meraih penghargaan Perempuan Favorit Indonesia Creative 2026 berkat kiprahnya mengembangkan kerajinan berbasis kain lokal.
AS Monaco mengalahkan Nordsjælland 2-0 di Liga Konferensi. Gol Detourbet dan Abline menjaga catatan sempurna tim asuhan Filipe Luís.
Penguatan perlindungan dan kesejahteraan seluruh insan olahraga menjadi salah satu poin penting yang diperjuangkan DPRD Sleman melalui Panitia Khusus (Pansus)
MotoGP Qatar 2026 tetap digelar 6–8 November. Simak perubahan jadwal konferensi pers, Sprint Race, dan balapan utama di Lusail.
Insentif mobil hybrid masih dibahas lintas kementerian. Menperin Sarmuji juga membuka audiensi dengan Periklindo.
Anthony Ginting dan Ni Kadek Dhinda menjadi dua wakil Indonesia di perempat final Korea Open 2026. Simak lawan dan jadwal tandingnya.