Rusunawa Jogja Jadi Pilihan Keluarga Muda Berpenghasilan Rendah, Ini Tarifnya
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
Foto ilustrasi anak sakit flu. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan belum ada laporan kasus influenza tipe A di wilayah Kota Jogja. Meski demikian, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta puskesmas meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan skrining dan sistem rujukan bagi pasien dengan gejala batuk pilek yang berlangsung lama.
Hasto mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan meskipun hingga saat ini belum terdapat catatan kasus influenza tipe A di Kota Jogja. Menurut dia, strain virus influenza dapat berubah setiap saat sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja perlu memastikan puskesmas memberikan perhatian lebih terhadap pasien dengan gejala berkepanjangan.
“Kalau ada yang batuk pilek agak panjang, agak lama, lebih dari dua minggu, harusnya diwaspadai,” katanya, Senin (21/9/2026).
Batuk Pilek Lebih dari Dua Minggu Perlu Diwaspadai
Hasto menjelaskan pasien yang mengalami gejala berkepanjangan tidak cukup hanya mendapatkan pemeriksaan awal di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai keluhan pernapasan biasa. Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan untuk memastikan penyebab penyakit sekaligus menjadi bagian dari deteksi dini.
Menurut Hasto, pemeriksaan lanjutan tersebut dapat berupa swab maupun uji laboratorium. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya strain virus baru ke Kota Jogja.
Karena itu, Hasto meminta puskesmas memperkuat sistem skrining sejak pemeriksaan awal. Pasien yang memiliki gejala tertentu dengan durasi sakit yang tidak kunjung membaik juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan rujukan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
“Artinya deteksi dini ketika ada gejala seperti itu segera dirujuk,” ujarnya.
Selain batuk pilek yang berlangsung lebih dari dua minggu, Hasto menyebut demam tinggi yang terus berlangsung sebagai kondisi lain yang perlu diperhatikan dalam proses skrining pasien.
Sampel Pasien Bisa Dirujuk untuk Pemeriksaan PCR
Terkait kesiapan pemeriksaan, Hasto mengatakan fasilitas kesehatan di Kota Jogja dapat merujuk spesimen atau sampel medis untuk menjalani pemeriksaan PCR di rumah sakit besar yang memiliki fasilitas tersebut.
Menurut dia, kebutuhan alat untuk mendukung transportasi sampel PCR juga tidak menjadi persoalan. Pemeriksaan PCR dapat dilakukan di rumah sakit-rumah sakit besar yang tersedia di Kota Jogja.
“Kita bisa merujuk spesimen atau sampel [pasein] secara medis untuk diperiksakan PCR. Kita cek alat-alat untuk transport PCR dan di sini tidak ada masalah karena PCR itu ada di rumah sakit-rumah sakit besar yang ada di Kota Jogja,” katanya.
Dengan penguatan skrining dan sistem rujukan tersebut, Pemkot Jogja menekankan pentingnya deteksi dini terhadap pasien yang mengalami gejala pernapasan berkepanjangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan meski sampai saat ini belum ada laporan kasus influenza tipe A di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.