Gegara Standar Medsos, Anak Muda Bantul Pilih Menunda Pernikahan
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting, mengingat persoalan ini masih menjadi hambatan besar dalam meningkatkan kualitas generasi muda.
Dampaknya tidak hanya tampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh pada kemampuan berpikir, produktivitas di masa mendatang, hingga mutu sumber daya manusia.
“Percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas yang memerlukan kerja terpadu lintas sektor, dari tingkat kabupaten hingga kalurahan. Pengukuhan TPPS hari ini merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi, konvergensi program, dan efektivitas intervensi,” ujar Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta saat mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Mandala Saba Madya, Kamis (27/11/2025).
Aris menjelaskan keberadaan TPPS dirancang untuk memastikan seluruh proses penanganan stunting mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dapat dijalankan dengan lebih konsisten dan terukur.
"Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh komitmen dan kolaborasi semua pihak. Diperlukan integrasi data, sinergi antarperangkat daerah, dan komponen lainnya. Tingkat akar rumput juga tak kalah penting karena mereka lah garda depan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting,” katanya.
Selain pengukuhan TPPS, Pemkab Bantul juga mempercepat pelaksanaan sejumlah program Quick Wins sebagai intervensi cepat yang ditujukan langsung kepada keluarga dan kelompok berisiko stunting. Program ini menjadi strategi awal yang menarget hasil konkret di lapangan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul, Ninik Istitarini, menjelaskan bahwa Quick Wins terdiri dari lima program prioritas, yaitu Genting (gerakan orang tua asuh cegah stunting), Tamasya (taman asuh sayang anak), Gati (gerakan ayah teladan Indonesia), Sidaya (lansia berdaya), dan Super Apps sebagai sistem teknologi terpadu.
“Misalnya untuk program Genting. Ini adalah bentuk kepedulian kolektif. Maka dibentuklah TPPS,” ujar Ninik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.