Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kebakaran melanda rumah milik Djauhari (80), warga Dusun Bongos II, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Bantul, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui sesaat setelah penghuni rumah mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah pemilik rumah selesai melaksanakan salat Isya.
“Awal mula kejadian diketahui oleh pak Djauhari selesai melaksanakan salat Isya, kemudian mendengar anaknya berteriak minta tolong dari dalam kamar sekitar pukul 21.30 WIB,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Senin (4/5/2026).
Saat diperiksa, api sudah membakar kasur di dalam kamar dan mulai merembet ke perabot lain seperti almari serta barang mudah terbakar. Melihat kobaran api yang cepat membesar, penghuni rumah segera meminta bantuan warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kabupaten Bantul.
“Warga yang antusias segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas,” jelasnya.
Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran bersama BPBD Bantul tiba di lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sebagian isi rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga dipicu oleh anak yang bermain korek api hingga menyulut kasur. Api kemudian cepat membesar karena menjalar ke material yang mudah terbakar di dalam kamar.
“Menurut keterangan pemilik rumah, kebakaran terjadi akibat anak bermain korek api yang kemudian membakar kasur,” ujar Rita.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah aman dan tidak ada potensi api susulan. Aparat kepolisian juga telah melakukan pendataan dan memastikan situasi tetap kondusif.
“Saat ini situasi di lokasi kejadian sudah aman dan kondusif,” kata Rita.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, terutama yang dipicu aktivitas berisiko seperti penggunaan api tanpa pengawasan. Edukasi kepada anak-anak juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.