Pemkab Bantul Siapkan Bedah Rumah untuk Nenek yang Rawat Cucu Disabilitas

Kiki Luqman
Kiki Luqman Kamis, 05 November 2026 14:57 WIB
Pemkab Bantul Siapkan Bedah Rumah untuk Nenek yang Rawat Cucu Disabilitas

Waryanah bersama Cahyo saat ditemui di rumahnya./Harian Jogja- Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL— Setelah sekitar 13 tahun merawat cucunya yang mengalami disabilitas seorang diri, Waryanah, 65, akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Pemerintah daerah mengupayakan program bedah rumah untuk memperbaiki tempat tinggal perempuan warga Kedung Buweng 4, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, bersama cucunya, Cahyo Agung Wibowo, 18.

Rencana perbaikan rumah tersebut disampaikan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, saat mengunjungi kediaman Waryanah pada Kamis (5/11). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi keluarga yang selama ini hidup dengan keterbatasan ekonomi dan minim dukungan keluarga.

Cahyo mengalami polio sejak kecil sehingga membutuhkan pendampingan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selama kurang lebih 13 tahun terakhir, Waryanah menjadi satu-satunya orang yang merawat pemuda tersebut setelah kedua orang tuanya pergi dan tidak pernah kembali.

"Pagi ini saya atas nama pemerintah daerah Kabupaten Bantul berkunjung ke rumah Mas Cahyo Agung Wibowo yang menderita disabilitas sejak kecil dan tidak ada orang tuanya. Ini saya bersama neneknya yang mengasuh beliau sejak kecil," kata Aris, Kamis (5/11).

Pemkab Bantul Pastikan Bantuan Sosial Tetap Berjalan
Dalam kunjungan tersebut, Aris menyampaikan Pemkab Bantul berupaya memastikan Waryanah dan Cahyo mendapatkan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga akan memperhatikan kebutuhan keluarga tersebut agar bantuan sosial yang menjadi hak mereka dapat diterima secara berkelanjutan.

Menurut Aris, berbagai bentuk bantuan yang memenuhi persyaratan akan diupayakan agar penyalurannya berjalan lancar.

"Bantuan yang memang bisa sesuai dengan aturan ini semua kita jamin bantuan bisa lancar di sini," katanya.

Selain memastikan dukungan bantuan sosial, pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi tempat tinggal Waryanah. Melalui program bedah rumah yang akan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), rumah yang ditempati nenek dan cucunya itu diharapkan dapat menjadi hunian yang lebih layak dan sehat.

"Dan alhamdulillah dari Kementerian PUPR juga akan melaksanakan bedah rumah yang layak dan sehat," pungkasnya.

Aris dalam kesempatan itu juga menyerahkan bantuan berupa sembako, susu, serta sejumlah kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Waryanah yang harus membagi waktu antara mencari nafkah dan mendampingi cucunya.

Jualan ke Pasar Imogiri, Penghasilan Rp35.000 Sehari
Sebelum mendapat perhatian dari Pemkab Bantul, kehidupan Waryanah dan Cahyo sempat diberitakan karena perjuangan perempuan berusia 65 tahun tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Setiap pagi, Waryanah berjalan kaki lebih dari dua kilometer menuju Pasar Imogiri untuk berjualan makanan ringan dan jajanan pasar. Dagangan yang dibawanya antara lain lempeng, kacang rebus, serta berbagai jajanan lainnya.

Namun, penghasilan dari berjualan tersebut tidak menentu. Dalam sehari, Waryanah biasanya hanya memperoleh sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000.

“Sehari-hari saya berjualan lempeng dan jajanan kecil-kecilan. Ada kacang rebus, dan jajanan lainnya. Kalau membawa dagangan banyak, hasilnya lumayan. Namun, sehari-hari biasanya hanya mendapat Rp30.000 atau Rp35.000, tidak tentu,” tutur Waryanah, Kamis (22/10).

Uang hasil berjualan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama Cahyo. Di tengah penghasilan yang terbatas, Waryanah tetap menjalankan tanggung jawab sebagai pengasuh sekaligus pencari nafkah bagi cucunya.

 Menjadi Pengasuh Sekaligus Pencari Nafkah
Kepergian kedua orang tua Cahyo membuat seluruh tanggung jawab perawatan berada di tangan Waryanah. Sejak saat itu, perempuan tersebut menjalani kehidupan dengan dua peran sekaligus, yakni mengasuh cucunya yang mengalami polio dan mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selama kurang lebih 13 tahun, Waryanah menjalani tanggung jawab tersebut seorang diri. Kondisi Cahyo yang membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari membuat Waryanah harus mengatur waktu antara merawat cucunya dan berjualan di pasar.

Kini, perhatian Pemkab Bantul melalui upaya bedah rumah, bantuan sosial, serta penyaluran kebutuhan sehari-hari diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online