Puluhan Karya Desain Produk Internasional Dipamerkan di Bantul

Kiki Luqman
Kiki Luqman Kamis, 05 November 2026 20:07 WIB
Puluhan Karya Desain Produk Internasional Dipamerkan di Bantul

Pengunjung menikmati karya di Sewon International Industrial Design Fair (SIIDEF) 2026. Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan karya desain produk dari tujuh negara meramaikan Sewon International Industrial Design Fair (SIIDEF) 2026 di Pendhapa Art Space, Bantul. Pameran yang berlangsung hingga 10 November 2026 tersebut mempertemukan karya mahasiswa, akademisi, dan desainer profesional dari berbagai latar belakang.

Pengunjung dapat melihat beragam hasil pengembangan desain, mulai dari furnitur, perkakas rumah tangga, perlengkapan sehari-hari, hingga prototipe dan karya konseptual. Pameran ini menjadi kesempatan untuk mengenal perkembangan desain produk sekaligus melihat bagaimana persoalan keseharian dapat melahirkan sebuah inovasi.

Ketua Panitia SIIDEF 2026 sekaligus Koordinator Program Studi Desain Produk ISI Yogyakarta, Nor Jayadi, mengatakan penyelenggaraan tahun ketiga ini melibatkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Jerman, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Menurut Nor, SIIDEF tidak sekadar menjadi ruang untuk memajang hasil karya. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai tempat bertukar gagasan dan pengalaman antara mahasiswa, akademisi, desainer profesional, institusi pendidikan, pelaku industri, serta komunitas desain.

Ia menilai inovasi dalam desain produk tidak selalu harus berangkat dari teknologi canggih atau gagasan berskala besar. Berbagai persoalan sederhana yang ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari justru dapat menjadi titik awal pengembangan produk.

"Perubahan yang berarti tidak selalu dimulai dari gagasan besar atau teknologi yang rumit. Ia bisa berawal dari upaya memperbaiki benda dan pengalaman sederhana di sekitar kita," kata Nor saat ditemui dalam pembukaan SIIDEF 2026, Rabu.

Angkat Tema Desain dalam Kehidupan Sehari-hari

SIIDEF 2026 mengusung tema Designing Everyday Life: Products, Practices and Possibilities. Tema tersebut mengajak para desainer untuk kembali memperhatikan benda-benda yang digunakan masyarakat, termasuk kebiasaan dalam membuat, memakai, merawat, hingga memperbaiki produk.

Nor menjelaskan, pertemuan berbagai perspektif dari negara dan budaya berbeda diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai desain produk. Tidak hanya mengutamakan fungsi, desain juga perlu mempertimbangkan inklusivitas dan keberlanjutan.

"Melalui SIIDEF 2026, kami ingin menghadirkan ruang temu bagi berbagai perspektif dari banyak negara dan budaya, sehingga kita dapat bersama-sama membayangkan kehidupan sehari-hari yang lebih berguna, inklusif, berkelanjutan, dan bermakna," ujarnya.

Sejumlah perguruan tinggi dari luar negeri turut berpartisipasi dalam pameran ini. Di antaranya Universiti Teknologi MARA (UiTM), Silpakorn University, Tsinghua University, Nanjing University, Hochschule Hannover, Universität Bremen, LASALLE College of the Arts, dan Universiti Brunei Darussalam.

Perguruan tinggi tersebut bergabung dengan institusi pendidikan serta anggota forum program studi Desain Produk di Indonesia.

Enam Arah Kuratorial Karya

Ragam karya yang ditampilkan tidak terbatas pada produk fungsional. Pengunjung juga dapat mengamati furnitur, perlengkapan rumah tangga, perkakas, prototipe, maket berskala, eksplorasi material, dokumentasi proses desain, hingga karya konseptual.

Seluruh karya telah melalui proses open call dan kurasi sebelum ditampilkan. Panitia membaginya ke dalam enam arah kuratorial, yaitu Everyday Objects, Inclusive Living, Sustainable Practices, Care, Play & Wellbeing, Local Knowledge & Material Culture, serta Future Possibilities.

Salah seorang pengunjung, Sely Reva Febriana, mengaku baru pertama kali mendatangi SIIDEF. Mahasiswi ISI Yogyakarta tersebut tertarik mengamati beragam produk yang dipamerkan karena setiap karya memiliki bentuk dan keunikan tersendiri.

"Menarik sih. Saya juga penasaran dengan karya-karya yang membuat pameran ini unik. Saya keliling-keliling di sini," kata Sely.

Sebagai mahasiswa baru, ia menilai pameran tersebut dapat menjadi referensi tambahan untuk mendalami bidang desain produk. Melihat langsung hasil karya yang ditampilkan memberikan pengalaman tersendiri baginya.

"Iya, benar. Kebetulan saya masih maba, jadi ini bisa buat referensi juga," ujarnya.

Selain pameran, SIIDEF 2026 juga menggelar seminar internasional pada Kamis (5/11) pukul 09.00-12.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sasana Ajiyasa, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online