Pemkab Sleman Prioritaskan Pasien Cuci Darah untuk Reaktivasi BPJS
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
Foto ilustrasi luncuran material erupsi awan panas guguran berujung di sungai Gendol, sisi tenggara bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Penambang pasir dan warga yang beraktivitas di sekitar sungai berhulu Gunung Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan. Hujan deras di kawasan puncak gunung berpotensi memicu aliran lahar hujan yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.
Imbauan tersebut disampaikan Pemerintah Kapanewon Cangkringan, Sleman. Panewu Cangkringan, Dewanto Tri Nugroho, mengatakan masyarakat setempat relatif telah memahami risiko lahar dingin, salah satunya berkat pengalaman menghadapi erupsi Merapi pada 2010.
"Kami bersama lintas sektor terus mengingatkan masyarakat supaya ketika memasuki musim hujan selalu waspada," ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Informasi Kebencanaan Diteruskan ke Masyarakat
Dewanto menjelaskan upaya sosialisasi dan peningkatan kesiapsiagaan dilakukan bersama sejumlah unsur lintas sektor. Di antaranya Polsek, Koramil, pemerintah kalurahan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Informasi dan peringatan dari BPBD Sleman, BPBD DIY, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta Taman Nasional Gunung Merapi juga diteruskan kepada masyarakat melalui jajaran kewilayahan.
Salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus adalah penambang pasir yang masih beraktivitas di sekitar aliran sungai. Mereka diminta terus memantau kondisi cuaca, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu Merapi.
Dewanto mengingatkan penambang agar menyiapkan langkah antisipasi sebelum terjadi peningkatan debit aliran sungai. Salah satunya dengan memastikan kendaraan berada dalam posisi siap sehingga dapat segera digunakan untuk meninggalkan lokasi ketika kondisi membahayakan.
Pencari Rumput hingga Operator Jeep Diminta Siaga
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh warga yang mencari rumput di sekitar jalur aliran sungai. Aktivitas tersebut berisiko apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi cuaca dan potensi aliran lahar hujan.
Selain itu, penyebaran informasi kebencanaan melibatkan komunitas penambang yang menggunakan alat komunikasi handy talky (HT), relawan kebencanaan, hingga pelaku wisata jeep.
Dewanto menilai relawan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat selama musim hujan. Komunikasi dengan lurah, relawan, serta komunitas wisata jeep juga terus dilakukan, terutama bagi operator yang menggunakan jalur Kali Kuning.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar informasi mengenai potensi bahaya dapat diterima masyarakat dan ditindaklanjuti dengan langkah antisipasi di lapangan.
Pemerintah Kapanewon Cangkringan masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kalurahan di wilayah Cangkringan dan berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan upaya mitigasi berjalan optimal.
"Kami berharap mitigasi secara praktis bisa dilakukan langsung oleh masyarakat, termasuk penambang yang berada di sekitar aliran sungai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
Panewu Cangkringan mengimbau penambang pasir dan warga di sekitar sungai berhulu Merapi mewaspadai potensi lahar dingin saat musim hujan.
Perlinsos Digital telah mencatat 18,2 juta keluarga. Pemerintah menargetkan 96 juta keluarga terdaftar pada akhir 2026.
Siswi SMKN 1 Karanganyar meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat napak tilas Joko Songo. Pemkab menghentikan seluruh rangkaian kegiatan.
DPRD Kota Jogja mendorong pendidikan, kesehatan, dan penanganan sampah menjadi prioritas APBD 2027 tanpa mengabaikan daya beli masyarakat.
Kejati DIY menahan mantan pegawai bank di Sleman yang diduga korupsi Rp6,74 miliar. Dana tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan judi online.