Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman - Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN— Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur lereng barat daya Gunung Merapi pada Sabtu (11/4/2026) siang, meningkatkan potensi bahaya lahar hujan dan awan panas guguran di wilayah rawan.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan hujan terjadi di Stasiun Jurangjero mulai pukul 14.15 WIB dengan curah hujan 5,1 mm dalam durasi lima menit. Intensitas hujan tercatat tinggi, mencapai 60,0 mm per jam, dan hingga laporan disampaikan kondisi hujan masih berlangsung.
Situasi ini memperbesar risiko banjir lahar hujan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, khususnya di kawasan lereng barat daya. Selain itu, potensi awan panas guguran juga perlu diwaspadai di daerah potensi bahaya.
“Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di wilayah rawan, terutama di sepanjang aliran sungai berhulu Merapi, serta mengikuti seluruh rekomendasi resmi dari otoritas terkait,” sebut BPPTKG dalam WhatsApp Channel, Sabtu Siang.
Saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga kewaspadaan tinggi tetap diperlukan guna mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BPPTKG
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Timnas Swedia umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Isak, Elanga, dan Lindelof jadi andalan di Grup F.
Pakar UII Jogja mengembangkan AI wisata halal berbasis graf pengetahuan untuk menyatukan data wisata halal global yang lebih akurat dan cepat.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia