Terbangun karena Mimpi Buruk Ini Doa yang Dianjurkan
Mimpi buruk bisa membuat cemas, ini doa yang dianjurkan lengkap dengan arti dan sumber hadisnya.
Kawasan Wisata Gardu Pandang Merapi - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur lereng barat daya Gunung Merapi dan masih berlangsung, meningkatkan potensi bahaya awan panas guguran serta banjir lahar hujan di alur sungai.
Laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat hujan terjadi di Stasiun Jurang Jero di lereng barat daya Gunung Merapi mulai pukul 12.51 WIB, Kamis (9/4/2026).
Curah hujan tercatat mencapai 34,70 mm dengan durasi 46 menit dan intensitas 45,39 mm per jam. Hingga laporan disampaikan, hujan masih berlangsung di kawasan tersebut.
Kondisi ini meningkatkan risiko awan panas guguran di daerah potensi bahaya serta banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan rawan serta tidak beraktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Warga juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi kebencanaan dan terus memantau informasi resmi guna mengantisipasi potensi bahaya susulan.
Saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BPPTKG
Mimpi buruk bisa membuat cemas, ini doa yang dianjurkan lengkap dengan arti dan sumber hadisnya.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Harga telur di tingkat peternak Kulonprogo hanya Rp18.500-Rp20.700 per kg, sementara pakan naik. Peternak mengaku tombok hingga Rp3 juta.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri