Siswa SLB Bina Siwi Bantul Juara LKSN 2026, Anas Unggul di Tata Busana
Anas Vianto, siswa SLB Bina Siwi Bantul, meraih juara I LKSN 2026 cabang tata busana setelah menjadi wakil DIY di tingkat nasional.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh panitia kurban dan pengurus takmir masjid untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik dalam pembagian daging kurban pada Iduladha 2026 mendatang. Sebagai alternatif yang lebih aman, masyarakat diminta beralih ke wadah ramah lingkungan seperti besek, keranjang bambu, atau daun pisang.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menekankan bahwa pelaksanaan hari raya kurban tidak boleh menjadi pemicu persoalan baru bagi alam, terutama terkait tumpukan limbah plastik sekali pakai. “Kami imbau dengan tegas tempat daging menggunakan daun pisang, besek, atau keranjang. Tidak usah menggunakan plastik,” tegas Joko pada Senin (11/5/2026).
Selain faktor lingkungan, kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama di balik instruksi ini. Joko mengingatkan bahwa penggunaan plastik hitam untuk membungkus daging sangat tidak disarankan karena adanya potensi cemaran zat kimia berbahaya dari bahan daur ulang. Jika panitia dalam kondisi terdesak, disarankan menggunakan plastik kategori food grade yang berwarna putih bening. “Kalau kepepet ya gunakan plastik putih, jangan plastik hitam,” imbuhnya.
DKPP Bantul juga menaruh perhatian serius pada pengelolaan sisa penyembelihan. Masyarakat diingatkan agar tidak membuang limbah kurban, seperti darah dan jeroan, ke saluran air maupun sungai karena dapat mencemari sumber air warga. Proses pembersihan daging dan jeroan pun sebaiknya dilakukan menggunakan air sumur yang terjamin kebersihannya, bukan di aliran air umum.
Terkait ketersediaan ternak, DKPP Bantul mulai meningkatkan pengawasan dan pengecekan kesehatan hewan yang diperjualbelikan di pasar-pasar tiban maupun peternakan lokal. Prosedur pengawasan mencakup pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan serta pemeriksaan postmortem seusai hewan dipotong. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh daging yang dikonsumsi warga dalam kondisi sehat dan layak.
Hingga saat ini, tim pengawas di lapangan belum menemukan adanya laporan mengenai hewan kurban yang sakit atau tidak layak jual di wilayah Bantul. “Belum ada hewan kurban yang tidak layak dijual, kami tidak menemukan. Semoga tidak ada,” ujar Joko penuh harap. Kondisi ini diharapkan terus bertahan hingga hari pelaksanaan penyembelihan tiba.
Melalui serangkaian kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap Iduladha tahun ini menjadi momentum transisi menuju budaya "Eco-Kurban" yang lebih bersih. Keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada kesadaran kolektif takmir masjid dan panitia kurban dalam menjalankan protokol ramah lingkungan yang telah ditetapkan.
Kesiapan sarana pendukung di setiap wilayah diharapkan sudah mulai disiapkan sejak dini. Dengan pengelolaan yang tepat, perayaan Iduladha 2026 di Bantul tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian ekosistem bumi Projotamansari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anas Vianto, siswa SLB Bina Siwi Bantul, meraih juara I LKSN 2026 cabang tata busana setelah menjadi wakil DIY di tingkat nasional.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.