Karang Taruna Sleman Diminta Hadirkan Program Nyata untuk Warga
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
-
Harianjogja.com, JOGJA—Penebangan puluhan pohon di bantaran Sungai Winongo menuai keluhan warga karena dinilai membuat lingkungan di Suryowijayan, Gedongkiwo, semakin panas.
Warga di wilayah Kemantren Mantrijeron menyebut aktivitas penebangan terjadi di sejumlah titik, terutama di RW 2 dan RW 6, dengan sebagian besar pohon telah ditebang hingga habis menggunakan alat berat.
Salah seorang warga, Zaeni Mansyur, menuturkan proses pemotongan hingga pengangkutan pohon dilakukan secara masif.
“Kondisinya banyak pohon ditebangi, di RW 6 dan RW 2 sudah terpotong habis. Bahkan ada yang diangkut pakai bego,” ujarnya, Jumat (25/4/2026).
Ia menyebut jumlah pohon yang terdampak mencapai puluhan batang dengan berbagai ukuran. Belasan di antaranya berukuran sedang, sementara pohon besar diperkirakan kurang dari sepuluh batang.
Zaeni juga menyoroti keberadaan tiga pohon kenangan berukuran besar yang hingga kini belum ditebang karena masih dalam pembahasan, termasuk pohon kenanga yang selama ini dimanfaatkan warga.
“Ada pohon kenanga yang cukup besar, biasanya sebulan dua kali dipetik bunganya untuk dijual,” katanya.
Menurutnya, warga sebelumnya hanya mendapat informasi bahwa kegiatan di bantaran sungai sebatas penataan lingkungan, seperti pembersihan kandang dan sampah. Namun, dalam pelaksanaannya, penebangan pohon justru dilakukan secara luas.
Dampak langsung dari penebangan tersebut kini mulai dirasakan warga, terutama meningkatnya suhu lingkungan yang sebelumnya terasa lebih sejuk karena keberadaan pepohonan.
“Sekarang jadi terasa panas. Dulu ada puluhan pohon yang membuat lingkungan lebih sejuk,” ujarnya.
Ia menilai pengelolaan kawasan sungai seharusnya tidak hanya berfokus pada kelancaran aliran air, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan ekosistem, termasuk pohon-pohon yang telah tumbuh lama di bantaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Jogja, Rahmawan, membenarkan adanya rencana penebangan di kawasan tersebut.
“Pohon akan ditebangi oleh DLH Kota Jogja,” katanya.
Ia menjelaskan penebangan dilakukan karena pohon dinilai mengganggu aliran sungai. Selain itu, rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Opak (BBWSO) menyebut hanya vegetasi tertentu seperti rumput dan bambu kuning yang diperbolehkan tetap berada di bantaran sungai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.
Nonmuslim bisa menjadi petugas haji di embarkasi dan debarkasi. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan tujuan kebijakan tersebut.