Disdag Jogja Ajak Warga Berbelanja ke Pasar, Belanja Rp20.000 Dapat Kupon Hadiah
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo/warta.jogjakota.go.id
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menemukan sejumlah persoalan lingkungan saat melakukan susur Sungai Code di Kota Jogja pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan susur sungai tersebut dilakukan menyusuri aliran Kali Code dari kawasan belakang Hotel Tentrem hingga sekitar Jembatan Kewek di dekat kawasan Malioboro.
Dalam peninjauan itu, Hasto mendapati masih adanya sampah, kandang ayam, bangunan yang berada di badan sungai, serta sejumlah titik yang mengalami pendangkalan.
Ia menyebut temuan lapangan tersebut menjadi informasi penting yang sebelumnya tidak terlihat secara langsung dari permukaan.
Selain persoalan sampah dan bangunan liar, ia juga menyoroti tingginya sedimentasi di beberapa titik aliran Sungai Code.
Menurutnya, keberadaan batu-batu besar di tengah sungai turut berpotensi menghambat kelancaran aliran air sehingga perlu dilakukan penataan lebih lanjut.
Pemerintah Kota Jogja berencana menurunkan alat berat dalam satu hingga dua minggu ke depan untuk melakukan normalisasi sungai.
Langkah tersebut meliputi pengerukan sedimen, penataan batu-batu besar, pembersihan kandang ayam di bantaran sungai, serta sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai.
Hasto menegaskan bahwa penataan Kali Code tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan potensi wisata sungai di Kota Jogja.
Ia bahkan membuka peluang pengembangan aktivitas susur sungai hingga arung jeram di Kali Code sebagai destinasi wisata baru.
Koordinator Lingkungan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY FAJI DIY Abdul Munir Roy Alfatoni menyebut karakter arus Kali Code memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi arung jeram pemula.
Ia menilai pengalaman mencoba packraft di sungai tersebut menunjukkan adanya potensi wisata berbasis olahraga air yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
Sementara itu, Komandan Kodim 0734/Kota Jogja Kodim 0734 Kota Yogyakarta Arif Setiyono yang turut dalam kegiatan tersebut menilai aliran Kali Code memiliki kombinasi arus tenang dan arus menantang yang masih berada dalam kategori aman.
Ia menilai program penataan sungai ini perlu didukung karena berpotensi menjadi destinasi wisata baru yang diminati masyarakat.
Dengan temuan tersebut, Pemkot Jogja menegaskan rencana penataan Kali Code akan menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjaga kualitas lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis wisata sungai di kawasan perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.
Indonesia membangun ekosistem plasma nasional untuk memenuhi kebutuhan obat derivat plasma dan mengurangi ketergantungan impor.
Tiga tahun agresi Israel membuat Gaza kehilangan rumah, pekerjaan, layanan publik, dan akses kebutuhan dasar. Lebih dari 74.245 warga Palestina tewas.
Kemenkop membuka peluang koperasi menjadi mitra pembayaran gaji dan pensiun ASN/PNS. Skema ini ditegaskan bukan untuk menggantikan perbankan.
Sebanyak 1.654 anak usia 0-6 tahun di Karangmojo belum mengenal bangku sekolah. Deklarasi Bocah Pinter digelar untuk mendorong PAUD.