Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Warga melakukan aksi bersih Kali Pancuran, di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari,Jumat (5/12/2025)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya menjaga sungai saat memimpin aksi bersih Kali Pancuran, di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, bersama 200 warga Jumat (5/12/2025).
Bupati Endah mengatakan aksi rutin menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus menjaga citra daerah.
Bupati Endah mengingatkan, bencana banjir dan longsor di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menjadi peringatan keras tentang dampak kerusakan alam. Ia menilai, perilaku manusia yang abai terhadap lingkungan, mulai dari penebangan hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan, ikut memperbesar risiko bencana.
“Beberapa waktu lalu kita melihat banjir luar biasa. Ini bisa terjadi di mana saja, termasuk di Gunungkidul. Perkiraan cuaca juga tidak mendukung, potensi siklon bisa muncul kapan saja,” ujar Endah.
Ia menegaskan, aksi bersih sungai merupakan salah satu bentuk nyata menjaga kelestarian alam, merawat sungai, serta memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura.
“Jangan sampai Gunungkidul yang daratannya tinggi malah dicap sering banjir. Itu terjadi karena ulah kita sendiri. Jangan pula sedikit genangan langsung kita heboh ingin viral, sampai menurunkan citra daerah,” tegasnya.
Sedikitnya 200 warga masyarakat terlibat dalam aksi bersih Kali Pancuran. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, perangkat kalurahan, dunia usaha, hingga kelompok pemerhati lingkungan. Mereka terjun langsung ke area sungai untuk membersihkan semak belukar dan berbagai sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Hary Sukmono, menjelaskan aksi ini merupakan program prioritas pihaknya yang bersifat edukatif dan membudayakan kepedulian warga terhadap lingkungan.
Menurut Hary, kegiatan difokuskan pada titik-titik yang berpotensi banjir, termasuk alur sungai yang kerap mengalami limpasan saat hujan deras. Kali Pancuran dipilih karena menjadi bagian dari daerah aliran air di wilayah Kapanewon Karangmojo dan Wonosari.
“Kami mengantisipasi agar banjir tidak terjadi dan tidak merugikan masyarakat. Gerakan serupa juga kami lakukan di kawasan lain yang memiliki kerentanan tinggi,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.