Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya lima kelompok nelayan di Gunungkidul mendapatkan bantuan mesin kapal untuk perahu motor tempel. Diharapkan dengan program ini bisa memacu dalam upaya peningkatan hasil tangkapan ikan di laut.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, terus ada upaya meningkatkan prouktivitas hasil tangkapan ikan nelayan. Selain melakukan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan para nelayan, juga ada pemberian bantuan peralatan penangkapan.
Tahun ini, kata dia, ada bantuan lima mesih perahu motor tempel yang diberikan kepada kelompok nelayan. Kelompok penerima bantuan di antaranya nelayan di Sadeng, Nampu di Kapanewon Girisubo, kelompok nelayan di Ngandong, Kapanewon Tepus, nelayan di Pantai Gesing, Kapanewon Panggang dan kelompok di Pantai Ngrenehan, Kapanewon Saptosari.
“Bantuan dapat direalisasikan atas aspirasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto yang berasal dari Daerah Pemilihan DIY,” kata Wahid, Kamis (9/10/2025).
Dia menjelaskan, untuk calon penerima bantuan sudah dilakukan proses verifikasi guna penyerahan peralatan yang akan diberikan. Selain bantuan mesin perahu, juga ada bantuan lain seperti peralatan tangkap, cool box dan chest freezer.
Rencananya, bantuan peralatan tangkap diberikan kepada kelompok nelayan Drini Mandiri di Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Adapun untuk cool box dan chest freezer kepastian calon penerima masih menunggu proses verifikasi dari tim Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Masih proses. Yang jelas, berbagai bantuan tersebut akan diberikan di tahun ini,” katanya.
Wahid berharap dengan bantuaan tersebut dapat memotivasi nelayan untuk bisa meningkatkan hasil tangkapannya. “Tapi, kami tetap mengimbau saat melaut harus memperhatikan keselamatan dan keamanan,” katanya.
Program pemberian bantuan untuk meningkatkan produktivitas tidak hanya diberikan kepada para nelayan. Pasalnya, di bidang perikanan darat juga memberikan bantuan berupa benih ikan ke kelompok masyarakat.
Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, upaya meningkatkan kesejahteraan kelompok pembudidaya ikan terus dilakukan. Salah satunya dilaksanakan dengan memberikan bantuan benih agar usaha yang dijalankan dapat berkembang sehingga hasilnya mampu meningkatkan perekonomian.
“Ada bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan berupa benih ikan yang terdiri dari bibit lele, nila dan gurami,” kata Damto.
Dia menjelaskan, total bantuan yang disalurkan sebanyak 240.000 benih. Bibit-bibit ikan ini sudah mulai didistribusikan ke 44 kelompok pembudidaya yang tersebar di sejumlah kapanewon seperti Wonosari, Ponjong, Semin, Ngawen hingga Karangmojo.
Adapun setiap lokasi menerima benih sekitar 5.000 sampai 25.000 bibiti ikan. “Bantuan perdana baru bibit lele, sedangkan untuk nila dan gurami akan menyusul,” ungkapnya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.