Gunungkidul Ajukan Rp50 Miliar untuk Lanjutkan Jalan Kepek-Ngobaran
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul semakin optimistis usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, dapat direalisasikan tahun ini. Optimisme tersebut menguat setelah proses verifikasi lapangan oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selesai dilakukan dan dokumen persyaratan dinyatakan telah dilengkapi.
Jika memperoleh persetujuan pemerintah pusat, kawasan Pantai Drini berpeluang mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur dan fasilitas nelayan dengan nilai mencapai Rp22 miliar. Program ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah selatan Gunungkidul.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M. Johan Prasetyo, mengatakan pihaknya telah mengajukan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Pantai Drini dan saat ini tinggal menunggu keputusan penetapan dari pemerintah pusat.
Menurut Johan, keyakinan tersebut didasarkan pada hasil verifikasi lapangan yang telah dilakukan oleh tim KKP beberapa waktu lalu. Seluruh persyaratan administrasi maupun teknis yang dibutuhkan untuk pengajuan program juga telah dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Sudah ada proses verifikasi lapangan. Kami yakin perkampungan nelayan ini bisa dibangun di kawasan Pantai Drini,” kata Johan, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan, tahapan yang tersisa saat ini adalah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi penerima program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Tinggal menunggu penetapan saja,” ungkapnya.
Berpotensi Dapat Bantuan Rp22 Miliar
Johan menjelaskan program Kampung Nelayan Merah Putih mencakup pembangunan kawasan nelayan dengan konsep utama dan penyangga. Untuk usulan di Pantai Drini, nilai bantuan yang berpotensi diterima mencapai Rp22 miliar karena masuk dalam kategori pengembangan yang lengkap.
Berbagai fasilitas yang diajukan meliputi pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal, serta penyediaan maupun perbaikan akses jalan di kawasan sentra nelayan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas perikanan tangkap dan memperkuat rantai distribusi hasil laut.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan sentra kuliner perikanan, kios perbekalan melaut, hingga balai nelayan yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat pesisir.
Fasilitas penunjang lainnya mencakup pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penyediaan air bersih, MCK umum, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
Program tersebut juga mencakup pemeliharaan kawasan melalui pengecatan lingkungan permukiman nelayan dan peningkatan berbagai fasilitas umum yang mendukung aktivitas masyarakat pesisir.
“Ada juga pemenuhan perlengkapan pendukung usaha kelautan dan perikanan lainnya sebab, yang kami ajukan di Pantai Drini merupakan yang kategori lengkap,” kata dia.
Manfaatkan Sultan Ground Seluas Dua Hektare
Terkait lokasi pembangunan, Johan mengatakan lahan yang disiapkan berada sekitar 600 meter dari bibir Pantai Drini. Area tersebut dinilai cukup strategis untuk mendukung pengembangan kawasan nelayan tanpa mengganggu aktivitas wisata yang selama ini berkembang di kawasan pantai.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk mendukung program tersebut. Lahan yang akan digunakan merupakan tanah Sultan Ground yang dinilai memenuhi syarat untuk pembangunan kawasan terpadu nelayan.
Pemkab Terus Kejar Program Strategis
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan upaya mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih telah dilakukan sejak tahun lalu. Saat itu, Pemkab mengusulkan kawasan Pelabuhan Sadeng sebagai lokasi pembangunan, namun belum memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.
Berdasarkan hasil komunikasi dengan Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, pemerintah daerah diminta melakukan penyempurnaan dokumen pengajuan agar peluang memperoleh program tersebut semakin besar.
“Kami terus berupaya bisa mengakses program ini,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.
Menurut Endah, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat sektor kelautan serta perikanan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir Gunungkidul.
“Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan pembangunan kampung nelayan ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Rehan/Gloria tersingkir dari China Open 2026 usai kalah dari unggulan Denmark. Indonesia kehilangan dua wakil di babak 16 besar. Lima wakil tersisa siap bertand
WhatsApp rilis 4 fitur baru: edit PDF, bagikan lagu ke Status, pengalaman berkendara lebih aman, dan daftar akun dari iPad.
Petisi minta final Piala Dunia 2026 diulang tembus 80 ribu tanda tangan. Simak kontroversi wasit dan bantahan dari media Argentina di sini.
omentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS).
Sebanyak 1.350 warga di Kota Pekalongan menjadi sasaran skrining TBC aktif hingga September 2026 untuk mempercepat deteksi dini penularan.