Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Nozzle BBM - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gunungkidul dijatuhi sanksi tidak dipasok BBM bersubsidi selama sebulan. Sanksi diberikan karena pelanggaran penyalahgunaan QR Code dalam transaksi pembelian.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR IV, Taufiq Kurniawan, mengatakan ada dua SPBU di Gunungkidul yang dikenai sanksi. Tempat pembelian BBM ini berlokasi Kapanewon Playen dan Patuk.
Salah satu SPBU di Kapanewon Playen menyalahgunaan QR Code pembelian Pertalite. Ada sembilan kali transaksi yang menyalahi aturan. Pertamina menghentikan penyaluran BBM bersubsidi Pertalite selama satu bulan. “Sanksi berlaku sejak 18 Mei 2025 hingga sebulan ke depan,” kata Taufiq saat dihubungi melalui ponsel, Senin (26/5/2025).
Sementara, satu SPBU di Kapanewon Patuk menyalahgunakan pembelian BBM subsidi jenis Solar.
BACA JUGA: Cegah Pneumonia, Jemaah Haji Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
“Modusnya menggunakan beberapa QR Code untuk membeli Solar di kendaraan yang sama,” katanya.
SPBU nakal tersebut tidak akan mendapat pasokan Solar selama satu bulan. “Kami harap sanksi ini bisa memberikan efek jera sehingga pelayanan dapat diberikan sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Taufiq menambahkan upaya pengawasan terus dilakukan. Selain membuka layanan pengaduan masyarakat, Pertamina juga mengoptimalkan pengawasan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
CCTV yang terpasang di setiap SPBU sudah terintegrasi sehingga bisa diperiksa sewaktu-waktu, saat ada laporan pelanggaran dari masyarakat.
“Makanya penting menggunakan QR Code, salah satunya juga untuk pemantauan dan pengawasan,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heriyani saat dikonfirmasi membenarkan adanya SPBU yang disanksi Pertamina.
Salah satunya adalah SPBU di Kapanewon Playen dengan tidak diberikan pasokan pertalite selama satu bulan. “Sanksi sudah berlaku,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan SPBU tersebut masih memberikan pelayanan seperti biasa. Pasalnya, pelayanan yang dihentikan hanya untuk BBM jenis Pertalite. “Masih buka karena BBM jenis yang lain masih dijual seperti biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Menhan Kazakhstan Dauren Kosanov dicopot setelah 14 personel militer tewas terseret arus saat latihan di Laut Kaspia.
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.