Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul akan memiliki dua Kampung Nelayan Merah Putih yang masing-masing berlokasi di kawasan Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, serta di Pelabuhan Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo.
Kepastian pembangunan saat ini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah proses pengusulan dan verifikasi lapangan oleh pemerintah pusat dinyatakan selesai.
“Tinggal penetapan saja,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M. Johan Prasetyo, Selasa (9/6/2026).
Johan menjelaskan, awalnya usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sadeng sempat diajukan pada 2025, namun tidak lolos verifikasi dengan alasan kawasan tersebut sudah memiliki aktivitas ekonomi yang cukup berkembang di sekitar pelabuhan.
“Sudah ada roda ekonomi berputar karena keberadaan pelabuhan sehingga kampung nelayan merah putih tidak dibangun di Sadeng,” ujarnya.
Namun pada 2026, Sadeng kembali masuk dalam nominasi pembangunan karena dinilai masih memiliki kebutuhan penguatan ekonomi nelayan kecil di kawasan tersebut.
Johan menyebut, masing-masing lokasi berpotensi mendapatkan dukungan anggaran hingga Rp22 miliar, baik untuk kawasan utama maupun penyangga.
Menurut Johan, bantuan pembangunan kampung nelayan Merah Putih meliputi pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal; Penyediaan/perbaikan jalan di kawasan lokasi sentra nelayan. Selanjutnya, ada penyediaan sentra kuliner perikanan; penyediaan kios perbekalan melaut dan penyediaan balai nelayan.
Selain itu, juga ada pembangunan sarpras pengelolaan sampah atau IPAL hingga air bersih; penyediaan MCK umum. Pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU); Pemeliharaan kawasan berupa pengecatan kawasan pemukiman nelayan; Penyediaan/perbaikan sarpras fasilitas umum; pemenuhan perlengkapan pendukung usaha kelautan dan perikanan lainnya.
"Sebab, yang kami ajukan di Pantai Drini dan Sadeng merupakan yang kategori lengkap,” kata dia.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya agar program ini dapat terealisasi. Tahun sebelumnya, usulan di Sadeng belum disetujui, namun pihaknya telah diminta melakukan perbaikan dokumen.
“Kami terus berupaya bisa mengakses program ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Gunungkidul.
“Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 25 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.