Lumbung Mataraman Bendung Disiapkan Pasok Kebutuhan MBG

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 07 September 2026 23:57 WIB
Lumbung Mataraman Bendung Disiapkan Pasok Kebutuhan MBG

Lurah Bendung, Didik Rubiyanto saat menunjukan pemeliharaan tanaman bawang merah di Lumbung Mataraman Bendung, Semin, Sabtu (29/8/2026)/ Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul, menyiapkan perluasan kawasan Lumbung Mataraman untuk memperkuat produksi pangan sekaligus menangkap peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kawasan yang saat ini memiliki luas sekitar 1,2 hektare tersebut direncanakan bertambah satu hektare. Dengan perluasan itu, total area Lumbung Mataraman Bendung nantinya mencapai sekitar 2,2 hektare.

Lurah Bendung Didik Rubiyanto mengatakan lahan tambahan berasal dari Tanah Kas Kalurahan (TKD) yang berada di sebelah barat Kantor Polsek Semin.

Menurut dia, Lumbung Mataraman Bendung dibangun pada 2022 melalui dukungan Dana Keistimewaan (Danais). Lokasinya berada di sekitar Balai Kalurahan Bendung dan sejak awal diarahkan sebagai sarana pembelajaran pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Seiring perkembangannya, kawasan tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat belajar. Lumbung Mataraman Bendung juga berkembang menjadi destinasi wisata pertanian dan lokasi studi banding bagi kelompok tani maupun kalurahan dari berbagai daerah.

“Program berjalan dengan bagus karena sudah banyak kelompok tani dari berbagai daerah yang melaksanakan studi banding ke Lumbung Mataraman Bendung, mulai dari wilayah Jateng, Jatim, hingga dari Pulau Kalimantan dan Sulawesi,” kata Didik, Senin (7/9/2026).

Didik mengatakan fungsi utama Lumbung Mataraman sebagai kawasan penguatan ketahanan pangan tetap dipertahankan. Namun, pemerintah kalurahan melihat masih ada peluang untuk meningkatkan produksi dengan menambah luasan lahan yang dikelola.

Lahan tambahan seluas sekitar satu hektare tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Lumbung Mataraman.

“Jadi, nantinya total luasan Lumbung Mataraman Bendung mencapai 2,2 hektare,” katanya.

Perluasan itu tidak hanya ditujukan untuk menambah luas lahan pertanian. Pemerintah Kalurahan Bendung telah menyiapkan komoditas yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memasok program MBG.

Salah satunya adalah budidaya ayam petelur. Didik menargetkan terdapat sekitar 1.500 ekor ayam petelur yang dikembangkan di kawasan baru tersebut.

Selain telur, lahan perluasan juga akan digunakan untuk mengembangkan tanaman pepaya California dan bawang merah.

“Sasaran perluasan untuk menangkap dari program Makan Bergizi Gratis. Budidaya ayam petelor untuk memasok lauk, sedangkan pepaya melengkapi kebutuhan buahnya,” kata Didik.

Dengan konsep tersebut, Lumbung Mataraman tidak hanya menjadi tempat produksi pangan untuk kebutuhan lokal. Pemerintah Kalurahan Bendung juga berupaya menghubungkan hasil budidaya dengan kebutuhan program pemerintah sehingga produksi pertanian dan peternakan memiliki pasar yang lebih jelas.

Pengembangan ini sekaligus memperluas fungsi Lumbung Mataraman yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan edukasi pertanian terpadu. Lumbung Mataraman Bendung telah menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi kelompok tani dan pemerintah kalurahan dari berbagai daerah untuk mempelajari pengelolaan pertanian terpadu.

Program tersebut sejak awal memang tidak hanya mengandalkan tanaman pangan. Pengelolaannya juga menggabungkan sektor pertanian dan peternakan untuk membangun sistem pangan yang lebih terintegrasi.

Pemerintah Kalurahan Bendung sebelumnya juga mengembangkan berbagai fasilitas dan komoditas pertanian di kawasan tersebut. Konsep Lumbung Mataraman diarahkan sebagai wahana edukasi pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan Lumbung Mataraman merupakan salah satu bentuk implementasi Keistimewaan DIY, khususnya dalam pemanfaatan tanah kas kalurahan.

Menurutnya, TKD dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Lumbung Mataraman dengan izin Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kalurahan Bendung menjadi salah satu wilayah di Gunungkidul yang mengembangkan program tersebut.

Endah menilai tujuan utama Lumbung Mataraman adalah memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Namun, manfaat program dapat diperluas karena aktivitas pertanian terpadu juga berpotensi menggerakkan perekonomian perdesaan.

Menurut dia, keberadaan kawasan produktif seperti Lumbung Mataraman harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik melalui peningkatan produksi pangan maupun terbukanya peluang ekonomi baru.

“Harus bisa memberikan banyak manfaat ke masyarakat, salah satunya peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Dengan rencana perluasan tersebut, Lumbung Mataraman Bendung diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai pusat edukasi pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pangan. Di sisi lain, rencana memasok kebutuhan MBG membuka peluang agar hasil budidaya masyarakat memiliki manfaat yang lebih luas.

Pengembangan ayam petelur, pepaya California, dan bawang merah juga diharapkan memperkuat diversifikasi produksi sehingga kawasan tersebut tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas.

Bagi masyarakat Bendung, perluasan Lumbung Mataraman berpotensi memberikan dua manfaat sekaligus, yakni memperkuat ketersediaan pangan dan membuka ruang pengembangan kegiatan ekonomi berbasis pertanian serta peternakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online