Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pemberian bantuan jaket pelampung dalam pengukuhan pengurus GISLI Gunungkidul di kawasan Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Selasa (28/4).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengurus Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) Gunungkidul resmi dikukuhkan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang, Selasa (28/4/2026). Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat aspek keselamatan melaut.
Ketua Umum GISLI, Mudji Waluyo, menyatakan pengukuhan ini merupakan bagian dari penguatan jaringan GISLI secara nasional. Menurutnya, potensi perikanan di Gunungkidul sangat besar sehingga layak menjadi bagian dari pengembangan organisasi tersebut.
“Potensinya besar sehingga GISLI dibentuk di Gunungkidul,” kata Mudji kepada wartawan di sela pelantikan.
Ia menjelaskan, potensi tersebut terlihat dari keberadaan delapan titik tempat pelelangan ikan (TPI) di sepanjang garis pantai Gunungkidul. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar dalam pengembangan sektor perikanan berbasis masyarakat.
Mudji menegaskan bahwa GISLI hadir untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepada nelayan, terutama terkait keselamatan saat melaut.
“Keselamatan ini menjadi faktor penting. Makanya misi kami adalah bagaimana nelayan pada saat berangkat atau pulang melaut bisa selamat tanpa ada insiden apapun,” katanya.
Selain keselamatan, peningkatan produktivitas tangkapan juga menjadi perhatian. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas melaut.
GISLI juga mendorong pengembangan nilai tambah hasil tangkapan melalui pengolahan produk perikanan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil laut, tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar.
“Jadi, tidak hanya fokus pada hasil tangkapan, tapi juga menyasar ke pengolahan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, GISLI akan melibatkan keluarga nelayan, khususnya para istri, melalui program pelatihan dan pendampingan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Contohnya tuna, tidak dijual dalam bentuk ikan. Tapi, bisa diolah menjadi abon dan lainnya sehingga memiliki nilai jual yang lebih,” katanya.
Upaya pemberdayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
“Tujuannya memang untuk peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Wibawanti Wulandari, menyambut baik kehadiran GISLI di wilayahnya. Ia berharap organisasi ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ribuan nelayan di Gunungkidul.
“Kami senang karena GISLI tidak hanya fokus untuk keselamatan, tapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan,” kata Wibawanti.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan. Menurutnya, kegiatan tidak boleh berhenti pada seremonial, melainkan harus terus berjalan agar berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
“Jangan hanya saat seremonial saja, tapi pelatihan harus bisa berkelanjutan agar bisa meningkatkan perekonomian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest