Advertisement

Audiensi Harian Jogja, RSUD Sleman Diskusikan Gagal Ginjal Usia Muda

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 29 April 2026 - 11:37 WIB
Sunartono
Audiensi Harian Jogja, RSUD Sleman Diskusikan Gagal Ginjal Usia Muda Tim Harian Jogja sedang melakukan audiensi dengan jajaran direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman di Ruang Pandawa, Lantai 5, RSUD Sleman, Kalurahan Triharjo, Sleman, Sleman, Selasa (28/4/2026). Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Ancaman lonjakan kasus gagal ginjal pada usia muda menjadi perhatian serius RSUD Sleman. Rumah sakit tersebut memprediksi tren peningkatan kasus berpotensi mencapai fase puncak pada 2030, bahkan menyasar kelompok usia di bawah 30 tahun.

Kondisi ini mendorong RSUD Sleman memperkuat strategi edukasi publik dengan menggandeng media massa, termasuk Harian Jogja, guna meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menekan risiko penyakit sejak dini.

Advertisement

Wakil Direktur RSUD Sleman, Pardjono, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus gagal ginjal menjadi keprihatinan karena keterbatasan fasilitas layanan cuci darah (hemodialisis) yang belum sebanding dengan kebutuhan. Situasi ini diperparah oleh pola hidup tidak sehat serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.

“Diperkirakan pada 2030 akan terjadi booming gagal ginjal di usia 30 ke bawah,” kata Hardjono dalam audiensi antara RSUD Sleman dengan Harian Jogja, Selasa (28/4/2026).

Selain gagal ginjal, RSUD Sleman juga mencatat pergeseran tren penyakit tidak menular lain yang kini menyerang usia lebih muda. Kasus stroke dan kanker paru mulai banyak ditemukan pada kelompok usia 30–40 tahun, berbeda dengan sebelumnya yang didominasi usia di atas 50 tahun.

Menurutnya, kolaborasi dengan media memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Selama ini, penyebaran informasi layanan dan edukasi dinilai masih terbatas sehingga belum optimal menjangkau publik secara luas.

Media diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi layanan rumah sakit, tetapi juga menjadi sarana edukasi aktif dalam pencegahan penyakit serta pelurusan berbagai mitos kesehatan yang masih berkembang di masyarakat.

Chief Commercial Officer Harian Jogja, Yonanta, menilai media memiliki jangkauan audiens yang luas, termasuk generasi muda yang rentan terpapar informasi kesehatan yang tidak akurat di media sosial. Karena itu, sinergi dengan tenaga medis dinilai penting untuk menghadirkan konten edukatif berbasis ilmiah.

Materi edukasi yang dirancang mencakup pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes, klarifikasi mitos kesehatan seperti “susuk” dan kerokan, hingga kampanye gaya hidup sehat.

Selain melalui kanal media, program edukasi juga akan menyasar langsung masyarakat di tingkat desa melalui berbagai kegiatan kolaboratif. Inisiatif ini membuka peluang kerja sama antara rumah sakit, media, dan komunitas dalam membangun kesadaran kesehatan secara kolektif.

Upaya edukasi tersebut terus didorong sebagai langkah penting dalam menekan laju penyakit kronis, termasuk gagal ginjal usia muda. Pencegahan sejak dini menjadi kunci utama yang terus disosialisasikan kepada masyarakat seiring meningkatnya tren penyakit tidak menular di usia produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

PP Tunas Diperketat, Komdigi Desak Platform Hapus Akun Anak

PP Tunas Diperketat, Komdigi Desak Platform Hapus Akun Anak

News
| Rabu, 29 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement