Libur Sekolah 2026, Perputaran Uang di Sleman Diprediksi Rp1,2 Triliun

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 04 Juni 2026 13:27 WIB
Libur Sekolah 2026, Perputaran Uang di Sleman Diprediksi Rp1,2 Triliun

Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan wisatawan selama libur sekolah 2026 diprediksi menjadi mesin penggerak ekonomi di Kabupaten Sleman. Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memperkirakan perputaran uang dari sektor ini bisa menembus Rp1,26 triliun sepanjang periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan potensi tersebut berasal dari belanja wisatawan yang mencakup penginapan, konsumsi, tiket destinasi, hingga pembelian oleh-oleh. Ia menyebut estimasi perputaran uang berada di kisaran Rp337,5 miliar hingga Rp1,265 triliun.

“Rentangnya cukup lebar karena banyak event berlangsung selama libur sekolah,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Dispar Sleman memperkirakan total kunjungan wisatawan mencapai 300.000 hingga 450.000 orang dalam 23 hari masa liburan. Rata-rata pengeluaran wisatawan diproyeksikan berada di angka Rp750.000 hingga Rp1 juta per kunjungan, dengan lama tinggal berkisar 1,5 hingga 2 hari.

Tak hanya kunjungan, tingkat hunian hotel di Sleman juga diprediksi meningkat, berada di kisaran 40% hingga 60%. Sementara itu, pendapatan retribusi dari destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah, khususnya kawasan Kaliurang dan Kaliadem, diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga Rp75 juta.

Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, menilai libur sekolah merupakan momentum strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata. Ia mendorong pengelola destinasi untuk menggandeng pelaku UMKM lokal agar dampak ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk menjaga kualitas layanan, Dispar Sleman akan menerbitkan surat edaran terkait standar penyelenggaraan wisata selama liburan. Pengelola diminta memastikan aspek keselamatan, kelayakan wahana, kebersihan, serta menjaga harga tetap wajar.

Optimisme terhadap tingginya perputaran uang ini juga didukung oleh berbagai agenda besar di kawasan wisata. General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Ratno Timur, menyebut sejumlah event siap menarik wisatawan.

Salah satu agenda utama adalah Prambanan Jazz yang digelar selama tiga hari pada awal Juli 2026 dengan menghadirkan artis internasional. Selain itu, ada pula program Keroncong Plesiran hasil kolaborasi dengan Pemda DIY.

Tak berhenti di situ, pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni Sunflower Angel, pertunjukan Sendratari Ramayana, hingga berbagai atraksi budaya yang melibatkan masyarakat lokal.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengelola kawasan wisata telah menyiapkan berbagai peningkatan fasilitas. Mulai dari penguatan akses masuk dan keluar, penambahan kendaraan listrik, hingga penyediaan kantong parkir cadangan.

Dengan kombinasi lonjakan wisatawan dan deretan event berskala besar, Sleman diproyeksikan menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi pariwisata terbesar di Jogja selama libur sekolah 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online