Puluhan Kursi SMP Negeri Sleman Masih Kosong Usai Daftar Ulang
66 kursi SMP negeri di Sleman masih kosong setelah daftar ulang SPMB selesai. Disdik menyebut formasi kosong tak bisa langsung diisi karena juknis.
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur pendukung Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pengadaan delapan unit dump truck untuk pengangkutan sampah telah selesai dilakukan, sementara pembangunan depo pengumpulan sampah pertama di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, kini tengah berlangsung.
Kabupaten Sleman diproyeksikan akan memasok sekitar 450 ton sampah per hari ke fasilitas PSEL Yogyakarta Raya. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pembangunan depo pengumpulan sampah ditargetkan dilakukan secara bertahap pada 2027 hingga 2028.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Junaidi, mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pengumpulan serta pengangkutan sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional PSEL di masa mendatang.
"Untuk PSEL, Pemkab menyediakan prasarana dan sarana pengumpulan berupa depo serta pengangkutan melalui pengadaan armada," kata Junaidi saat dihubungi, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, pengadaan delapan unit dump truck telah rampung dan dipersiapkan untuk menunjang distribusi sampah menuju fasilitas pengolahan ketika PSEL mulai beroperasi.
Selain pembangunan depo pertama di Kalurahan Pandowoharjo, Pemkab Sleman juga tengah melakukan identifikasi lahan bersama pemerintah kalurahan untuk pembangunan depo-depo berikutnya. Sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi depo direncanakan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) sehingga masih memerlukan proses administrasi dan perizinan.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan sistem pengumpulan sampah yang lebih terintegrasi sebelum fasilitas PSEL beroperasi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Dwi Nugroho, membenarkan proses pengadaan delapan unit dump truck telah selesai dilakukan.
"Posisi kendaraan sekarang baru dalam pengerjaan oleh Hino sebagai penyedia atau pabriknya. Pengiriman armada dilakukan akhir Juli 2026," kata Dwi.
Dengan pengiriman armada yang dijadwalkan pada akhir Juli 2026, kendaraan tersebut diharapkan dapat segera mendukung operasional pengelolaan sampah yang disiapkan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, mengatakan PT Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), akan menjadi badan usaha yang melaksanakan proyek PSEL di wilayah Yogyakarta Raya.
"Itu [Pertamina NRE] badan usaha yang akan melaksanakan proyek PSEL di Yogyakarta Raya, yaitu Sleman, Bantul, dan Kota Jogja," kata Nur Fitri.
Fasilitas PSEL tersebut direncanakan dibangun di kawasan Piyungan, tepatnya di sebelah utara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah di wilayah aglomerasi Yogyakarta.
Nur Fitri menjelaskan, persiapan proyek PSEL sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) telah melakukan koordinasi dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Kartamantul untuk pengembangan proyek pengolahan sampah berbasis energi tersebut.
"Sejak tahun lalu memang Danantara Indonesia sudah mulai mengoordinasikan dengan Sekber Kartamantul," ujarnya.
Menurutnya, proyek PSEL Yogyakarta Raya masuk dalam pengembangan tahap kedua atau batch 2 program nasional pengolahan sampah berbasis energi. Sementara sejumlah proyek yang masuk batch 1, termasuk di Bali dan beberapa daerah lainnya, telah memasuki tahap konstruksi.
Pembangunan infrastruktur pendukung yang mulai dilakukan Pemkab Sleman diharapkan mampu mempercepat kesiapan operasional PSEL sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Selain mengurangi beban penanganan sampah di wilayah Sleman, proyek tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah di wilayah Yogyakarta Raya secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
66 kursi SMP negeri di Sleman masih kosong setelah daftar ulang SPMB selesai. Disdik menyebut formasi kosong tak bisa langsung diisi karena juknis.
Harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai menguat seiring Program MBG kembali berjalan. Permintaan meningkat dan harga berangsur mendekati HAP.
Kadin mencatat Piala Dunia 2026 memicu perputaran ekonomi Rp5,03 triliun, mendorong UMKM, Horeka, hingga belanja elektronik masyarakat.
Pelabuhan Patimban resmi melayani peti kemas internasional perdana yang diharapkan memperkuat logistik, perdagangan, dan investasi Indonesia.
Lansia berusia 74 tahun meninggal dunia seusai berolahraga di Alun-Alun Selatan Jogja. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan.
Polri memastikan emas 74 kilogram dan uang valas sitaan dalam kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan barang bukti asli.