7 Siswa Sleman Resmi Masuk Sekolah Rakyat MA 20, Tunggu Pindah Asrama
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
-Jamasan pusaka milik Pemkab Sleman/Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Prosesi Jamasan Tombak Kyai Turunsih kembali digelar Pemerintah Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Senin (13/7/2026). Tradisi tahunan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perawatan pusaka, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya welas asih, pengayoman, dan introspeksi diri dalam menyambut Tahun Baru Jawa sekaligus Tahun Baru Islam.
Nilai filosofis itu dinilai tetap relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini. Selain mengajak membersihkan diri secara batin, jamasan juga menjadi simbol harapan agar kehidupan masyarakat semakin rukun, penuh gotong royong, dan memperoleh keberkahan pada tahun yang baru.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan prosesi jamasan merupakan bagian dari pelestarian warisan budaya sekaligus bentuk penghormatan terhadap pusaka yang menjadi simbol pengayoman bagi masyarakat Kabupaten Sleman.
"Terima kasih kepada para abdi dalem, dan semua pihak, yang telah membantu dalam pelaksanaan jamasan pusaka ini. Semoga kita selalu diberikan kesehatan, dan diberikan kelancaran dalam menjalankan ketugasan kita dalam rangka menyejahterakan warga masyarakat Kabupaten Sleman," kata Danang dalam keterangan tertulis.
Menurut Danang, nama Turunsih memiliki makna "turunnya rasa kasih sayang". Filosofi tersebut menjadi pengingat bagi pemimpin maupun masyarakat agar mengedepankan nilai welas asih, saling menghormati, serta membangun kehidupan yang harmonis.
Selain itu, Tombak Kyai Turunsih juga memiliki pamor Beras Wutah yang melambangkan Kabupaten Sleman sebagai salah satu lumbung beras di Daerah Istimewa Yogyakarta. Filosofi tersebut menjadi pengingat agar nilai-nilai agraris tetap dijaga dan dilestarikan.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak hanya memandang prosesi jamasan sebagai kegiatan seremonial atau membersihkan pusaka semata.
Menurutnya, ritual tersebut mengandung pesan moral yang mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri ketika memasuki Tahun Baru Jawa maupun Tahun Baru Islam.
"Jamasan itu ada nilai filosofinya. Kalau pusaka dibersihkan, maknanya masyarakat juga diajak untuk menyucikan diri. Di awal Tahun Baru Jawa dan Tahun Baru Islam kita melakukan introspeksi diri agar kehidupan ke depan semakin baik," kata Ishadi saat dihubungi, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, jamasan juga menjadi doa bersama agar masyarakat Sleman senantiasa hidup rukun, menjaga semangat gotong royong, serta memperoleh keberkahan dan rezeki yang melimpah pada tahun mendatang.
Menurut Ishadi, nilai tersebut sejalan dengan berbagai tradisi masyarakat, seperti merti dusun, sedekah bumi, pelestarian alam, hingga doa bersama yang selama ini masih dijaga di berbagai wilayah Kabupaten Sleman. Karena itu, masyarakat diharapkan memahami makna di balik setiap tradisi budaya, bukan hanya melihat prosesi seremonialnya.
Tombak Kyai Turunsih merupakan pusaka resmi milik Pemerintah Kabupaten Sleman yang dianugerahkan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 15 Mei 1999 bertepatan dengan Hari Jadi ke-83 Kabupaten Sleman. Bersamaan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menerima pusaka Duwajong Mega Ngampak sebagai satu kesatuan anugerah.
Prosesi jamasan dilaksanakan oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa atau Muharam dalam kalender Hijriah sebagai bentuk perawatan sekaligus pelestarian pusaka agar nilai sejarah dan budaya yang dikandungnya tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
Atlet sepatu roda Jogja, Indira Acintya Rinjani, meraih medali emas, perak, dan perunggu pada Kejuaraan Jatim Open Piala Gubernur 2026 di Malang
Magelang Fair 2026 mencatat transaksi Rp3,17 miliar dengan 54.385 pengunjung. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan UMKM Kota Magelang.
Program penataan kawasan kumuh di RW 12 Kelurahan Wirobrajan mulai disosialisasikan. Warga diajak terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Seorang buruh tani di Bantul meninggal saat mencari pakan ternak. Polisi menduga korban tersengat listrik ketika memangkas ranting di dekat jaringan PLN.