Sultan dan Wagub Kaltim Bahas Kerja Sama Budaya hingga Pariwisata

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 13 Juli 2026 14:37 WIB
Sultan dan Wagub Kaltim Bahas Kerja Sama Budaya hingga Pariwisata

Harian Jogja/Anisatul UmahWakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji (kiri) saat bertemuGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Senin (13/7/2026).

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersiap merealisasikan kerja sama di bidang pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap berbagai program yang telah disepakati dapat mulai dijalankan pada 2027 setelah proses perencanaan dan penganggaran rampung.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (13/7/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari tindak lanjut nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua pemerintah daerah.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pemerintah Daerah DIY telah memiliki nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sehingga tahap berikutnya adalah merealisasikan berbagai program yang telah direncanakan bersama.

"Harapan saya, mulai tahun depan program tersebut sudah bisa berjalan. Kalau bulan Agustus nanti kan agenda yang ada hanya untuk pelantikan pengurus masyarakat Jawa. Tapi kalau untuk program kerja, tahun depan sudah bisa kita anggarkan," paparnya.

Menurut Sultan, DIY telah memiliki pengalaman menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah daerah melalui program muhibah kebudayaan, di antaranya dengan Kabupaten Sragen, Kota Bandung, dan Provinsi Jawa Timur. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam memperkuat kolaborasi dengan Kalimantan Timur. "Ya seperti itulah. Ada program muhibah seperti itu," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan kunjungannya ke DIY memiliki dua tujuan utama. Pertama, memperkuat pelestarian budaya, khususnya budaya Jawa, melalui kerja sama dengan DIY yang dinilai memiliki pengalaman dan sumber daya di bidang kebudayaan.

Menurut Seno, Provinsi Kalimantan Timur memiliki Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) yang diharapkan dapat menjadi mitra dalam pengembangan program pelestarian budaya. Upaya tersebut dinilai penting mengingat sekitar 40 persen penduduk Kalimantan Timur merupakan masyarakat keturunan Jawa, sehingga pelestarian budaya Jawa diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan budaya lokal.

"Sehingga kami berharap agar budaya Jawa di sana juga ikut terangkat, bersama-sama dengan budaya lokal Kalimantan Timur," ujarnya.

Selain bidang kebudayaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga ingin mempelajari pengelolaan sektor pariwisata di DIY. Menurut Seno, berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru melalui sektor pariwisata.

"Kami melihat contoh dari DIY yang kegiatannya sudah sangat berjalan dan kami ingin belajar dari sana," paparnya.

Sebelumnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menegaskan pentingnya memperkuat jejaring budaya antardaerah saat menghadiri Malam Puncak Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 di Kabupaten Sragen, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, Sultan menyebut Kabupaten Sragen sebagai "saudara tua" DIY karena memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurut Sultan, keterkaitan historis tersebut berawal dari perjalanan perjuangan Pangeran Mangkubumi yang sempat singgah di Pendopo Petilasan Pandak, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Perjalanan itu kemudian bermuara pada Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang melahirkan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Jejak itu menjadikan Sragen layak disebut sebagai saudara tua DIY. Sukowati bukan sekadar persinggahan, melainkan pilar penting lahirnya Yogyakarta," ujar Sultan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online