Kulonprogo Lebur Disdag dan DisperinkopUKM, Berlaku Januari 2027
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.
Harian Jogja/Khairul Ma'arif Sejumlah siswa mulai berdatangan di bangunan baru SMPN 1 Wates yang mulai digunakan untuk tahun ajaran baru 2026/2027.
Harianjogja.com, KULONPROGO—SMP Negeri 1 Wates resmi memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di gedung baru pada awal tahun ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Bangunan yang berada kurang dari dua kilometer dari sekolah lama itu mulai difungsikan meski sejumlah fasilitas pendukung belum sepenuhnya tersedia.
Pada pekan pertama penggunaan gedung baru, proses belajar mengajar tetap berlangsung bersamaan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Di sisi lain, proses pemindahan perabot dari gedung lama masih terus dilakukan hingga akhir Juli mendatang.
Gedung lama SMP Negeri 1 Wates yang berada di dekat Alun-alun Wates kini sudah tidak lagi digunakan sebagai lokasi utama pembelajaran. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo memutuskan memindahkan seluruh aktivitas sekolah karena kebutuhan dasar bangunan baru telah dinilai siap digunakan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD-SMP Disdikpora Kulonprogo, Gigih Muktitama, mengatakan ruang kelas, ruang guru, jaringan listrik, musala, dan kantin sudah dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional sekolah.
Namun, ia mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang belum tersedia sepenuhnya. Saat ini baru terdapat satu sumur yang berfungsi sehingga masih diperlukan penambahan sumber air, sementara sarana olahraga juga belum dibangun. Pengadaan fasilitas tersebut akan diusulkan dalam anggaran tahun 2027.
"Jadi ruang kelas dan ruang guru sudah bisa digunakan. Masih terdapat sarana yang belum dibangun seperti sumur baru satu yang aktif sehingga perlu ditambah dan sarana olahraga belum ada. Kami usulkan di 2027 karena tahun ini fokus untuk fungsi bangunan," kata Gigih saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Menurut Gigih, kompleks SMP Negeri 1 Wates sebenarnya telah mulai dibangun sejak 2019. Namun, karena baru difungsikan sekarang, berbagai kebutuhan operasional diperkirakan akan terus disesuaikan secara bertahap seiring penggunaan gedung.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Wates, Sugeng Widadi, mengatakan proses perpindahan aset sekolah masih berlangsung. Sejumlah perabot berukuran besar, seperti lemari, belum seluruhnya dipindahkan karena membutuhkan penanganan khusus.
"Sejumlah perabotan seperti lemari belum bisa masuk ruangan karena berat, masih harus dipindahkan dari gedung lama," ujarnya.
Menurut Sugeng, proses pemindahan diperkirakan berlangsung hingga akhir Juli karena banyaknya barang yang harus dibongkar dari gedung lama sekaligus ditata kembali di lokasi baru agar sesuai dengan fungsi masing-masing ruangan.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan ruang belajar tidak menjadi kendala. Jumlah ruang kelas bahkan dinilai lebih dari cukup untuk mendukung seluruh kegiatan pembelajaran.
"Secara prinsip semua sudah siap terutama hal esensial seperti ruang kelas tidak kurang secara kuantitas malah saking banyaknya bingung menata," ungkapnya.
Selain ruang kelas, fasilitas toilet di gedung baru juga telah berfungsi dengan baik dan dinilai memadai untuk mendukung aktivitas warga sekolah. Sugeng menambahkan, hari pertama kegiatan belajar mengajar di gedung baru berlangsung lancar tanpa kendala berarti sehingga proses adaptasi siswa maupun guru dapat berjalan sesuai rencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.
Hadirnya BTS Telkomsel di Desa Cipetung bukan hanya menghadirkan sinyal, tetapi juga membuka akses menuju dunia yang lebih luas
Jamasan Tombak Kyai Turunsih di Sleman membawa pesan welas asih, introspeksi diri, dan pelestarian budaya pada awal Tahun Baru Jawa dan Islam.
Hari pertama pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul masih sepi. Pendaftaran Pilur Serentak 2026 dibuka hingga 23 Juli.
Nasib Kawasan Industri Piyungan masih menunggu keputusan pemerintah pusat setelah kewenangan pengelolaan izin PT YIP beralih dari Pemkab Bantul.
Polisi mengungkap ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi bermula dari pesan WhatsApp kepada guru saat hari pertama MPLS.