Gudang Calon KDMP Gunungkidul Dibobol, Kerugian Capai Rp17,5 Juta
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lima sekolah dasar negeri di Gunungkidul resmi menjalani kebijakan regrouping mulai tahun ajaran 2026-2027. Langkah ini diambil setelah jumlah murid di sejumlah sekolah terus menurun sehingga dinilai tidak lagi optimal untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara mandiri.
Kebijakan penggabungan sekolah tersebut mulai berlaku bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (13/7/2026). Regrouping dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 201/KPTS/2026 tentang Penggabungan SD Negeri di Kabupaten Gunungkidul yang ditetapkan pada 1 Juli 2026.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, mengatakan lima sekolah yang diregrouping merupakan tahap awal dari evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik.
Menurutnya, masih ada sejumlah SD negeri lain yang berpotensi mengalami penggabungan apabila jumlah murid terus menurun dan tidak lagi memenuhi syarat penyelenggaraan pendidikan secara efektif.
"Sekolah ini kekurangan murid, makanya terpaksa digabung. Prosesnya juga sudah lewat kajian dan sosialisasi. Bahkan, sudah dilakukan sejak beberapa tahun dengan tidak diperbolehkan menerima murid baru," kata Asbani, Minggu (12/7/2026).
Lima sekolah yang resmi digabung tersebar di beberapa kapanewon di Gunungkidul. SDN Sambeng II di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen digabung dengan SDN Sambeng I.
Selanjutnya, SDN Widoro Semin di Kapanewon Semin bergabung dengan SDN Sumberejo Semin.
Di Kapanewon Tanjungsari terdapat dua sekolah yang mengalami regrouping, yakni SDN Kemiri I yang digabung dengan SDN Kemiri II di Kalurahan Kemiri serta SDN Jaten yang digabung dengan SDN Gatak di Kalurahan Ngestirejo.
Satu sekolah lainnya adalah SDN Gelaran III di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo yang digabung dengan SDN Banyubening I.
"Untuk satu sekolah lain yang digabung adalah SDN Gelaran III bergabung dengan SDN Banyubening I di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo," kata Asbani.
Dinas Pendidikan Gunungkidul menilai regrouping diperlukan agar layanan pendidikan dapat berjalan lebih efektif. Dengan jumlah siswa yang lebih terkonsentrasi, sekolah hasil penggabungan diharapkan memiliki kondisi pembelajaran yang lebih baik dibanding mempertahankan sekolah dengan jumlah murid sangat sedikit.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan tenaga pendidik, sarana pendidikan, serta anggaran operasional sekolah.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto, menyatakan tidak mempermasalahkan kebijakan penggabungan sekolah selama dilakukan berdasarkan kajian yang matang dan disertai sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, komunikasi dengan orang tua siswa dan warga sekitar menjadi faktor penting agar proses regrouping tidak menimbulkan penolakan maupun kesalahpahaman di lapangan.
"Ya kalau untuk optimalisasi pelayanan tidak ada masalah, tapi kebijakan ini harus benar-benar disosialisasikan ke masyarakat agar paham sehingga tidak ada masalah saat penggabungan dilaksanakan," kata Heri.
Ia menegaskan bahwa penggabungan sekolah memiliki dasar aturan yang jelas dan salah satu indikator utama yang digunakan adalah jumlah peserta didik. Karena itu, evaluasi terhadap sekolah dengan jumlah murid minim perlu dilakukan secara objektif agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan.
Heri juga menilai persoalan jarak sekolah saat ini tidak lagi menjadi kendala utama bagi sebagian besar keluarga. Menurutnya, banyak orang tua sudah terbiasa mengantar dan menjemput anak menggunakan kendaraan pribadi setiap hari.
"Mau dekat atau jauh, sekarang kalau menjemput anak sekolah pasti memakai sepeda motor. Tapi, untuk regruping sekolah tetap harus dikaji dengan baik agar bisa benar-benar efektif dan efisien dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah," kata politikus Partai NasDem tersebut.
Kebijakan regrouping ini menjadi salah satu langkah penyesuaian yang dilakukan pemerintah daerah terhadap perubahan jumlah peserta didik di Gunungkidul. Di tengah tren penurunan murid pada sejumlah sekolah dasar negeri, penggabungan sekolah diharapkan mampu menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan secara efektif bagi siswa di berbagai wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
BTS "Swim" digugat di AS karena dituding jiplak lagu demo. BigHit Music bantah keras dan siap tempuh hukum. Musikolog Ed Sheeran jadi saksi ahli.
Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga kartu merah Beckham, saksikan duel Messi vs Bellingham
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Lagu rap Erling Haaland "Kygo Jo" jadi No.1 Spotify Norwegia usai di-remix Kygo. Simak kisah di balik lagu yang dibuat saat remaja ini.
Topan Bavi ganggu transportasi China: 2.800 penerbangan batal, 45 bandara siaga badai petir, kereta cepat ditangguhkan. Dampak meluas ke Beijing hingga Shanghai